Omzet Pedagang Ayam Potong di Bojonegoro Menurun

Ilustrasi-Foto: Dokumentasi CDN.

BOJONEGORO – Omzet pedagang ayam potong di Bojonegoro, Jawa Timur, turun 30 persen. Penurunan terjadi jika dibandingkan dengan kondisi normal tersebut, terpengaruh banyaknya peredaran daging kurban, Hari Raya Idul Adha 1439 H.

Seorang pedagang ayam potong di Pasar Kota, Bojonegoro, Sulipah menjelaskan, penurunan omzet penjualan daging ayam potong dirasakan mulai sehari setelah Hari Raya Idul Adha. “Turunnya omzet penjualan daging ayam potong akibat melimpahnya daging kurban di kalangan masyarakat,” katanya, Sabtu (25/8/2018).

Sulipah menyebut, di kondisi normal bisa menjual daging ayam potong rata-rata 1,5 kuintal per hari. Diperkirakan, omzet akan kembali normal pada pekan depan.

Pedagang daging ayam potong lainnya, Arifin menyebut, penurunan omzet terjadi sehari setelah Hari Raya Idul Adha. “Saya berjualan sehari setelah Hari Raya Idul Adha. Penurunan omzet penjualan daging ayam potong masih bisa tertolong dengan banyaknya masyarakat yang sekarang ini menggelar hajatan,” ucapnya.

Selain omzet penjualan yang menurun, harga daging ayam potong mulai Sabtu (25/8/2018) juga turun. Jika sebelumnya dijual dengan harga Rp34.000 perkilogram , harganya turun menjadi Rp32.000 perkilogram.

Baik Arifin juga Sulipah mengaku tidak tahu pasti penyebab turunnya harga daging ayam potong. Naik turunnya harga bergantung harga pembelian di pedagang pengepul. “Kami hanya mengikuti. Kalau harga pengambilan daging ayam potong turun, kita ikut menurunkan harga,” tambah Arifin.

Pedagang daging ayam potong di pasar tersebut, selama ini senang mengambil ayam potong dari peternak di berbagai daerah di Jawa Tengah. “Ayam potong peternak Jawa Timur, termasuk lokal Bojonegoro dan Tuban, tidak disukai pedagang karena ukurannya kecil,” pungkas Sulipah. (Ant)

Lihat juga...