Osteoporosis Bisa Dicegah Sejak Dini

Editor: Koko Triarko

1.976
JAKARTA – Dari akibat menopause yang paling ditakutkan oleh wanita adalah osteoporosis atau keropos tulang.  Menurut data, wanita memang berpeluang lebih besar menderita osteoporosis dibandingkan pria. Dan, wanita yang sudah mengalami menopause akan memiliki persentase yang jauh lebih besar lagi.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat, Dr.  Kemas Abdurrohim, MARS, M. Kes., Sp.AK., menyatakan, osteoporosis bukan hanya disebabkan oleh berkurangnya hormon saat menopause.
“Osteoporosis itu sebenarnya suatu kondisi, di mana kepadatan tulang menurun, yang mengakibatkan tulang menjadi keropos dan rentan rusak. Penyebabnya bukan hanya menopouse saja, tapi bisa disebabkan juga karena tua,  berat badan yang rendah, merokok dan berada dalam pengaruh obat tertentu. Menjadi perempuan adalah suatu kondisi yang berpeluang mendapatkan osteoporosis dibandingkan laki-laki,” kata dokter yang akrab dipanggil dokter Rohim, ini, saat dihubungi Cendana News,  Senin (27/8/2018).
Dokter Himawan Prasetyo,  M.Kes. –Foto: Ranny Supusepa
Menurutnya, osteoporosis ini memang susah untuk dideteksi. Biasanya baru terdiagnosa setelah terjadi retak atau patah akibat jatuh ringan.
“Sulit untuk didiagnosa, tapi jika muncul nyeri punggung bawah, nyeri leher postur yang bungkuk dan penurunan tinggi badan secara bertahap, maka sebaiknya periksa ke petugas medis. Artinya, kemungkinan Anda sudah terkena osteoporosis,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh dr. Himawan Prasetyo, M. Kes,  yang menyatakan, bahwa osteoporosis ini memang tidak bisa terdeteksi dari gejala-gejala yang timbul rasa nyeri, yang bisa mengindikasikan  penyakit yang lain.
“Ada kecenderungan rasa nyeri akan diartikan penyakit yang lain, sehingga sebaiknya jika ingin mengetahui apakah kita terkena osteoporosis atau tidak, masyarakat bisa melakukan test of steel yang biasanya dimiliki oleh rumah sakit besar,” kata dr. Himawan, dalam kesempatan terpisah.
Namun, pencegahan pada osteoporosis dapat dilakukan sejak dini, baik melalui asupan kalsium yang bagus maupun olah raga yang teratur.
“Untuk mencegah osteoporosis, bisa dilakukan dengan mengatur asupan kalsium. Bisa melalui makanan maupun tablet kalsium yang sekarang ada. Dan, tentunya melakukan olah raga yang tepat, yaitu olah raga yang menghindari beban pada tulang, misalnya berenang, jogging atau jalan dan sepeda,” kata dr.  Himawan.
Yoga atau pilates bagus juga, karena olah raga ini bisa mempengaruhi pikiran untuk menjadi lebih tenang dan mengatur aliran darah. “Kalau sudah positif mengidap osteoporosis, hanya satu yang bisa dilakukan, yaitu usahakan tidak boleh jatuh,” ucap dr. Himawan.
Terkait makanan yang baik untuk mencegah osteoporosis,  dr. Himawan hanya menyebutkan, asal jangan berlebihan.
“Salah satu sumber kalsium yang bagus itu adalah ikan teri. Karena biasanya kita memakan ikan teri itu berbarengan dengan tulangnya. Tapi kalau kebanyakan, bisa mengakibatkan hipertensi, karena rasa asin dari ikan teri itu. Atau susu high cal, sebaiknya memilih yang lowongan fat,  jangan yang full creamy.  Karena itu akan mengakibatkan penimbunan lemak. Intinya, menurut saya semua makanan itu baik, asal jangan mengkonsumsi makanan secara berlebihan,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...