Pajak Parkir Sumbang PAD Manado Rp5,64 Miliar

209
Tempat parkir, ilustrasi -Dok: CDN
MANADO – Pajak parkir menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp5,64 miliar untuk kas kota Manado, pada semester pertama 2018.
“Realisasi pajak parkir yang masuk pada semester pertama 2018, sudah mencapai 61,40 persen, dan persentase itu sudah di atas target yang ditetapkan,” kata Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Manado, Harke Tulenan, di Manado, Sabtu (4/8/2018).
Dia mengatakan, target PAD dari sektor pajak parkir untuk tahun ini, sebesar Rp9,2 miliar, dan diharapkan bisa tercapai sampai akhir tahun anggaran.
Tulenan mengatakan, pajak parkir menjadi salah satu sumber pendapatan daerah, yang dikelola pihak ketiga, dan setiap bulannya disetorkan ke kas daerah melalui BP2RD Manado.
Dia menyebutkan, sumber-sumber pajak parkir tersebut, adalah yang masuk dari pihak ketiga, yang mengelola parkir di kawasan-kawasan bisnis seperti pusat perdagangan mega mas, manado town square, kawasan perdagangan lippo di Kairagi, serta wilayah lainnya di Manado.
Pajak parkir tersebut, katanya, ditagih menurut ketentuan dalam Perda nomor 2/2011 tentang pajak dan retribusi.
Sementara Ketua DPRD Manado, Noortje Henny Van Bone, mengatakan, pemasukan dari sektor pajak menjadi salah satu primadona pendapatan asli daerah setiap tahun, karena nominalnya yang besar.
Tetapi, dia mengakui masih banyak yang harus dimaksimalkan, seperti penagihan, serta pengawasan terhadap pihak ketiga, jangan sampai ada pihak ketiga membuat laporan palsu dan menyetor tidak sesuai pendapatan.
Dengan demikian, menurutnya, target PAD bisa dicapai, bahkan bisa sampai lebih, asalkan semuanya bisa dimaksimalkan.
“Karena itu, kami terus mendorong BP2RD untuk semakin memaksimalkan kinerja dalam penagihan PAD dari sektor pajak parkir, sehingga bisa menopang pelaksanaan pembangunan di Manado,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...