Pakar Teknologi Pasca Panen Berkumpul di Badung

Editor: Mahadeva WS

199
Prof. Sri Widowati selaku Ketua panitia kegiatan International Conference On Agricultural Postharvest Handling And Processing.-Foto:Sultan Anshori

BADUNG – Indonesia kembali menjadi tuan rumah International Conference On Agricultural Postharvest  Handling And Processing. Pada konferensi ke 2 ini, kembali digelar acara saling berbagi pengalaman dari para peserta mengenai gasil teknologi dan inovasi pasca panen pertanian.

“Secara lebih spesifik, konferensi ini bertujuan untuk Meningkatkan wawasan dan kapasitas komunikasi internasional peneliti dan tukar menukar informasi hasil penelitian. Menghilirkan hasil inovasi, pemikiran, dan informasi teknologi pascapanen kepada masyarakat ilmiah, pemerintah, dan pengguna (stakeholders) teknologi pasca panen pada taraf internasional. Menghasilkan publikasi ilmiah internasional terindeks scopus. Meningkatkan jejaring dengan lembaga,” kata Ketua Panitia konferensi Prof. Sri Widowati, usai pembukaan acara yang akan berlangsung tiga hari tersebut,  Rabu (29/8/2018).

Acara tersebut melibatkan peneliti, akademisi, mahasiswa dan praktisi dari berbagai lembaga pemerintahan maupun swasta. Beberapa negara yang terlibat, Irlandia. Perancis, UK. Australia, Taiwan, Malaysia, Jepang, Thailand, Singapura dan Indonesia selaku tuan rumah.

Konferensi kali ini mengusung tema Emerging Agriculture Post Harvest Technology: Towards Global Market. Tema tersebut dipilih, dalam rangka menangkap isu yang sedang berkembang di internasional, diantaranya low energy, small medium enterprises, food security and safety, food waste. Kegiatannya untuk mendukung program Kementerian Pertanian, menghadapi kompetisi di pasar global.

“Konferensi ini melibatkan IO invited speaker dan 95 peserta dari beberapa negara. Berdasarkan hasil kompilasi, diperoleh 103 abstrak yang terbagi dalam sesi presentasi 49 oral dan 54 poster. Hal ini tentunya untuk memenuhi target diseminasi hasil penelitian supaya dapat terpublikasi serta layak memenuhi standar terindeks scopus,” pungkas Sri Widowati.

Baca Juga
Lihat juga...