Pasca Gempa 7 SR, Sekolah di NTB Meliburkan Siswanya

Editor: Mahadeva WS

454

MATARAM – Seluruh sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB) Senin (6/8/2018) hari ini meliburkan siswanya. Hal tersebut mengikuti instruksi dari Pemprov NTB yang disampaikan Gubernur NTB H.M. Zainul Majdi, Minggu (5/8/2018) malam, pasca terjadinya gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR).

Gubernur NTB, H.M. Zainul Majdi/foto : Turmuzi

“Semua sekolah di Pulau Lombok diliburkan, baik Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah,” kata Zainul Majdi, Senin (6/8/2018).

Upaya peliburan sekolah tersebut untuk memberikan kepastian keselamatan para siswa. Seperti diketahui, gempa di NTB kekuatannya cukup besar, sehingga banyak bangunan yang rusak dan roboh. Sementara gempa susulan masih saja terus terjadi dan dirasakan oleh masyarakat.

Dikhawatirkan, gempa susulan akan mengakibatkan kerusakan bangunan menjadi semakin parah. Dan hal tersebut akan membahayakan pelajar, ketika bangunan sekolah dalam kondisi tidak layak atau rusak. “Kepada pihak sekolah juga diminta untuk melakukan pengecekan keamanan bangunan sekolah, apakah ada terdapat kerusakan atau tidak, dengan demikian akan bisa cepat ditangani,“ tambahnya.

Jika sekolah diliburkan, maka untuk semua tenaga kesehatan di Pulau Lombok diminta tetap untuk masuk dan bekerja. Hal itu untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap dapat diberikan secara optimal kepada masyarakat. Sedangkan untuk perangkat BPBD bersama TNI, Polri, Badan SAR dan elemen masyarakat lain, Senin (6/8/2018) berupaya untuk menjangkau daerah pelosok.

Tercatat yang paling terdampak dalama bencana kali ini, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur. “Selain melakukan koordinasi, Informasi terus dikumpulkan pasca gempa 7,0 SR dan gempa susulan. Sementara semua masjid di Lombok Utara dan sekitarnya diminta menyerukan untuk menenangkan masyarakat agar tidak panik,” tandasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB Agung Pramuja meminta, masyarakat untuk tenang dan tidak panik. Masyarakat diminta untuk mempercayai isu tidak benar usai gempa 7,0 SR. Kendati demikian, masyarakat diminta tetap waspada.

Berdasarkan data sementara akibat gempa bumi tadi malam selain mengakibatkan banyak rumah warga mengalami kerusakan juga menelan korban jiwa sebanyak 82 orang. (Baca: https://www.cendananews.com/2018/08/bpbd-ntb-korban-meninggal-gempa-bertambah-jadi-82-orang.html).

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.