Pasir Pacuan Kuda JIEP Diimpor dari Jerman

Editor: Satmoko Budi Santoso

1.165

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, banyak syarat yang harus dipenuhi untuk pembangunan Jakarta International Equestrian Park (JIEP) di Pulomas, Jakarta Timur, bisa digunakan sebagai venue Asian Games.

Menurut Anies, JIEP harus memenuhi persyaratan bernama Equine Disease Free Zones (EDFZ).

“Untuk bisa menjalani kegiatan cabang olahraga berkuda ini dilakukan di Jakarta, harus memenuhi persyaratan Equine Desease Free Zone. Itu membutuhkan kerja keras yang luar biasa,” ujar Anies, usai peresmian JIEP di Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (2/8/2018).

Salah satunya seperti, area pertandingan atau cross country, dia menyebut pasir yang digunakan dicampur dengan bahan baku yang diimpor dari Jerman.

“Kalau kita jalan itu empuk, katanya kalau kuda itu loncat dan jatuh dia tidak terbenam dan kuda setelahnya bisa menggunakan tanpa terbenam,” katanya.

“Kudanya tentu saja enggak cedera,” tambah dia.

Anies mengatakan, pasir yang ada di lintasan kuda itu dibawa langsung dari Bangka. Kemudian dicampur dengan biotekstil yang dibawa dari Jerman. Kelembaban pasir itu juga terjaga sehingga teksturnya menjadi elastis.

“Dia tetap memiliki standar yang sama, meski digunakan untuk kuda pertama, kedua, ketiga, keempat,” kata Anies.

Kuda-kuda yang akan berlaga dalam Asian Games ini, kebanyakan berasal dari Eropa. Meskipun atletnya berasal dari kawasan Asia seperti China, Jepang, dan Korea.

Dengan begitu, lanjut Anies, kuda milik atlet yang bertanding tidak akan cedera. Untuk perawatan kuda yang digunakan bertanding, kata Anies, dilakukan di Eropa.

Pasalnya, demi kesehatan kuda-kuda, awalnya Organization for Animal Health memberikan syarat bahwa tidak boleh ada satu ekor pun kuda di Pulau Jawa. Namun, setelah proses negosiasi yang panjang, syarat itu tidak jadi diberikan.

Akhirnya, persyaratannya diganti tidak boleh ada kuda dalam radius 10 kilometer dari lokasi pertandingan. Selain itu, kuda-kuda di Jakarta juga harus mendapatkan vaksin.

“Kami mendeteksi ada lebih dari 300 kuda di Jakarta dan semuanya harus mendapatkan vaksin. Lalu radius 10 kilometer dari lokasi ini, tidak boleh ada kuda satu ekor pun untuk menghindari potensi penularan penyakit, walaupun sudah semuanya divaksin,” kata dia.

Sementara, Presiden Direktur PT Pulomas Jaya, Bambang Nursalim, mengatakan, kuda-kuda Eropa itu akan tiba di Indonesia pada 10 Agustus. Sebanyak 20 negara akan mengikuti pertandingan dengan jumlah total 120 ekor kuda diikutsertakan.

Sementara JIEPP dapat menampung hingga 150 kuda. Beberapa kuda dari Asia sudah datang dan sedang dikarantina di daerah Cinere, Depok.

“Sekitar 120 kuda yang akan datang dari 20 negara,” kata Bambang.

Sedangkan Konsultan Teknis Pembangunan Equestrian Venue Asian Games, Rafiq Radinal menjelaskan, kuda yang akan dipertandingkan antara umur 6 tahun dan maksimal 15 tahun. Sementara tinggi punggung kuda antara 169-173 meter.

“Kalau loncat kira-kira 10-20 cm di atasnya. Ada pertandingan high jump itu bisa 2,5 meter,” kata dia.

Berat kuda sendiri mencapai 650 kg sampai 750 kg dengan kecepatan lari 350 meter per menit. Setiap kuda memiliki harga yang fantastis hingga ratusan miliar.

“Bervariasi (harga per ekor kuda), saat ini yang dipakai Qatar 6 juta-16 juta euro atau sekitar Rp200 miliar,” beber Rafiq.

Dari ratusan kuda tersebut, lanjut Rafiq, setidaknya ada beberapa milik pangeran di antaranya kuda dari Pangeran Qatar, Brunei, Princes Takeda dan 5 pangeran lain akan ikut mengirimkan kuda mereka.

Dengan harga yang fantastis maka equestrian Pulomas harus dibangun sesuai standar internasional termasuk mendapatkan sertifikat dari EDFZ. Setelah dibangun selama dua tahun, JIEPP akhirnya selesai dan memenuhi standar internasional sehingga bisa digunakan untuk Asian Games 2018.

Demi kesehatan kuda yang akan bertanding, sejumlah fasiltas pun dibuat sedemikian rupa, termasuk melakukan vaksin terhadap seluruh kuda (delman) yang ada di Jakarta dan memindahkan ke tempat yang lebih dari radius 10 KM dari JIEPP.

“Jadi tempat ini sudah melalui bio security yang ditetapkan dari OIE (Organisation for Animal Health), semua kandang pun sudah dikasih disinfektan. Jadi kita tidak ada lagi kutu, posisi ini sama kondisinya dengan di Eropa. Jadi, kuda-kuda di Eropa bisa langsung masuk, bisa kembali langsung ke negaranya,” pungkas Rafiq.

Diberitahukan, JIEPP mempunyai lahan seluas 35,25 hektare, JlEPP memiliki 5 arena, yaitu Field of Play sebagai arena utama, Training Arena, Warm Up Arena, Collecting Arena, Covered Training Arena, Cross Country, dan fasilitas penunjang lainnya. Terdapat pula 156 kandang kuda di area ini.

Baca Juga
Lihat juga...