Paskibraka Dibekali Etika Berkomunikasi

156
Ilustrasi -Dok: CDN
JAKARTA – Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang saat ini dilatih di Pusat Pemberdayaan Pemuda Olahraga Nasional (PP-PON) Jakarta, terus ditempa dengan berbagai pendidikan, salah satunya adalah etika berkomunikasi di media sosial.
Materi pendidikan terkait hal tersebut diberikan langsung oleh pakar komunikasi, yang juga Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Seskemenpora), Gatot S Dewa Broto, di Aula Wisma Soegondo PP-PON Jakarta Timur, Sabtu (4/8/2018) malam.
Tidak hanya berkomunikasi di media sosial, Paskibraka yang akan bertugas pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus ini, tidak ketinggalan juga diberi materi bagaimana berkomunikasi dengan media massa.
“Menjadi anggota Paskibraka nasional bukan akhir perjuangan, tetapi awal dari karir, sehingga anda harus terus bisa mengembangkan diri dengan cara membuka jaringan yang luas kepada semua lini. Komunikasi menjadi salah satu kuncinya,” kata Gatot S Dewa Broto, dalam keterangan resminya.
Menurut dia, berkomunikasi dengan media memang diperlukan bagi anggota Paskibraka, begitu juga media sosial yang saat ini terus berkembang.
Untuk itu, diperlukan pemahaman lebih, termasuk bagaimana mencari teman hingga memahami Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Jangan mudah percaya berita-berita hoax, jadilah orang fight dan jangan mudah baper,” kata pria yang juga mantan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora itu.
Terkait komunikasi dengan media, Gatot menjelaskan jika hal tersebut cukup penting, terutama menjelang bertugas di Istana.
Dengan adanya komunikasi dengan baik, tidak menutup kemungkinan hubungan akan terus terjaga, meski nantinya sudah tidak bertugas lagi.
“Pertempuran adik-adik tidak cukup di sini, untuk melangkah tempat selanjutnya dibutuhkan waktu yang panjang menuju kesuksesan, manfaatkan kedekatan dengan media untuk mensyiarkan diri, baik sebagai anggota paskibraka maupun untuk mengembangkan potensi diri di bidang lain. Gunakanlah komunikasi yang yang efektif, bila diwawancarai harus ramah dan sampaikan segala sesuatu kepada masyarakat dengan jujur,” jelas Gatot.
Tidak ketinggalan, alumnus UGM ini mengajak calon Paskibraka 2018 ini menjaga nama baik, mengingat alumnus Paskibraka bisa menjadi acuan dan bisa menjadi batu loncatan untuk karir yang lebih tinggi.
“Kesuksesan seorang anggota paskibraka dapat diraih tidak hanya di militer dan birokrasi, tetapi di semua bidang, gunakan jaringan lebih luas lagi dengan purna paskibraka Indonesia. Dan ingat, perilaku adik-adik paskibraka harus tetap dijaga, agar tidak ada berita negatif tentang paskibraka,” kata pria asal Yogyakarta itu. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.