PDS HB Jassin Perlu Pengelolaan yang Lebih Baik

Editor: Mahadeva WS

211

JAKARTA – Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B. Jassin, termasuk tempat pendokumentasian arsip kesusastraan paling lengkap di Indonesia, bahkan dunia. Koleksinya ada sekira 48.876, baik dalam bentuk buku fiksi, non-fiksi, naskah drama, biografi dan foto-foto pengarang, kliping, makalah, skripsi, disertasi, rekaman suara, dan rekaman video. 

Pusat dokumentasi yang didirikan oleh sastrawan H.B. Jassin tersebut, kini dikelola Pemda DKI Jakarta di bawah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta. “Kita MoU dengan Pemda DKI Jakarta diwakili Badan Aset Provinsi DKI Jakarta pada 24 Januari 2018. PDS HB Jassin dikelola di bawah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, dan kemudian saya ditunjuk untuk mengelola PDS HB Jassin awal Maret 2018,“ kata Diki Lukman Hakim, Kepala Satuan Pelaksana  PDS HB Jassin, kepada Cendana News, Jumat (31/8/2018).

Menurut Diki, PDS HB Jassin perlu dikelola dengan baik. Di PDS HB Jassin, banyak tersimpan aset-aset sastra yang sangat bernilai, seperti tulisan asli penyair Chairil Anwar. “Saya kaget, saya tahu puisi Chairil Anwar tulisan aslinya ada disini, jadi sebuah kebanggaan bagi saya, dipercaya untuk mengelola aset kekayaan negara di PDS HB Jassin,” tandasnya dengan bangga.

PDS HB Jassin berbeda dengan perpustakaan pada umumnya. Kalau perpustakaan memiliki target pembaca anak usia. PDS HB Jassin target pembacanya orang dewasa yang berkecimpung dan berminat pada sastra. Kondisi tersebut memunculkan ide untuk mempertemukan antara pelaku sastra dengan siswa. “Metode dari PDS HB Jassin untuk memperkenalkan sastra pada anak-anak sekolah agar lebih tertarik pada sastra dengan mendatangkan para pakar sastra menerangkan sastra pada anak-anak sekolah,” jelasnya.

Mengelola PDS HB Jassin, menjadikan Diki menjadi lebih mengerti tentang puisi. Sebuah karya sastra yang tidak hanya sekedar rangkaian kata, tetapi sebuah karya yang memiliki maknag yang sangat mendalam. “Menulis puisi tidak sembarangan tapi memang perlu perenungan yang sangat mendalam,” tegasnya.

Ke depan, PDS HB Jassin diharpakan tidak hanya menyimpan koleksi karya sastra. Namun juga bisa ikut memperkenalkan sastra kepada masyarakat, dengan berbagai kegiatan, seperti peluncuran buku, bedah buku, diskusi sastra, pembacaan puisi. “Kita ingin PDS HB Jassin semakin dekat dan diminati masyarakat dengan lebih memperkenalkan sastra pada masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...