Pedagang Hewan Kurban Bermunculan di Kota Palembang

190
Hewan kurban, ilustrasi -Dok: CDN
PALEMBANG – Pedagang sapi dan kambing untuk kurban pada Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah/2018, bermunculan di sejumlah tempat di Kota Palembang, Minggu (5/8/2018).
Pedagang hewan musiman itu tampak ramai di kawasan Jalan Sultan Mansyur/Makrayu, Bukit Besar, Demang Lebar Daun, dan Perumnas Kenten Sako, Palu, dan Kertapati Palembang.
Pedagang hewan kurban di sejumlah kawasan jalan protokol dan permukiman penduduk itu, memajang beberapa ekor sapi dan kambing di kios yang menggunakan tenda kerangka besi dan kayu gelam.
Salah seorang pedagang hewan kurbandi kawasan Bukit Besar Palembang, Aprizal, mengatakan, siap melayani pemesan kambing dan sapi yang akan dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha, yang diperkirakan jatuh pada 22 Agustus 2018.
Untuk memenuhi permintaan hewan kurban, sejak beberapa bulan terakhir dilakukan persiapan stok yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Hewan kurban yang dijual tidak hanya dipasok oleh peternak sapi dan kambing dari wilayah Sumsel, tetapi juga ada yang berasal dari provinsi tetangga, seperti Lampung dan Bengkulu,” ujarnya.
Hewan kurban dijual dengan harga bervariasi, tergantung dengan besar dan beratnya, seperti sapi dijual berkisar Rp15 juta hingga Rp35 juta per ekor, sedangkan kambing dijual dengan harga Rp2,5 juta hingga Rp6 juta per ekor.
Sekarang ini, ia mulai menerima pesanan hewan kurban dari sejumlah pengurus masjid yang mengelola program arisan hewan kurban, dan masyarakat yang akan melakukan pemotongan kurban secara perorangan.
Untuk memberikan jaminan hewan kurban memenuhi syariat Islam, sehat dan dagingnya halal dikonsumsi, dia memeriksakan hewan kurban ke Dinas Peternakan setempat, dan menyiapkan petugas pemotong hewan yang berpengalaman.
Sementara itu sebelumnya, Plh Wali Kota Palembang, Harobin Mastofa, mengatakan, menghadapi hari raya kurban, pihaknya menyiapkan tim untuk mengawasi perdagangan dan pemotongan hewan kurban, agar kondisinya benar-benar sesuai ketentuan.
“Dalam kegiatan pengawasan, diutamakan pemeriksaan kesehatan hewan untuk menjamin hewan yang diperdagangkan di kota ini bebas penyakit hewan dan memenuhi syarat atau layak dikurbankan”, kata Harobin. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...