Pedagang Merchandise Asian Games Kelarisan

Editor: Mahadeva WS

320

JAKARTA – Selalu ada peluang bagi orang kreatif. Terlebih mereka yang mampu memanfaatkan sebuah momentum. Termasuk agenda Asian Games 2018, yang merupakan moment olahraga terbesar se-Asia.

Berkat kreatifitasnya membuat merchandise maskot Asian Games, pedagang kaki lima di Jakarta mampu meraup keuntungan hingga jutaan setiap hari. “Kita jual merchandise tiga maskot Asian Games 2018, yakni Bhin-bhin, Atung dan Kaka,” kata Leo, pedagang merchandise Asian Games, kepada Cendana News di trotoar Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (26/8/2018).

Leo menyebut, inisiatif menjual asesories tersebut memang memanfaatkan momentum Asian Games. “Kita memang sudah rencanakan menjual merchandise jauh-jauh hari untuk acara ini,” tandasnya.

Kalau tidak ada acara Asian Games, Leo menjual asesories di berbagai pameran. Dari jualan merchandise maskot Asian Games 2018, Leo meraup untung satu jutaan lebih dalam setiap hari. “Alhamdulillah, dagangan kita laris manis karena murah meriah,” tuturnya.

Merchandise yang dijual, diproduksi sendiri di rumah dan dikerjakan oleh anggota keluarga. “Yang membuat merchandise maskot Asian Games 2018 ini memang banyak orang, sekali bikin langsung jumlahnya banyak ribuan agar biaya produksinya murah,” tandasnya.

Leo ingin berjualan di Palembang, tetapi karena di Palembang cabang olaharga-nya sedikit, hanya 12 cabor. Akhirnya memilih untuk memusatkan penjualan di Jakarta. “Sewaktu SEA Games 2011 pesta olahraga Asia Tenggara maupun PON (Pekan Olahraga Nasional) 2004, kita jualan di Palembang,” tambahnya.

Leo menyayangkan, sewa tempat di Asian Games 2018 yang mencapai Rp 12 juta dirasakannya cukup mahal. Dengan demikian, Dia memilih berjualan di trotoar. “Karena sewa tempatnya mahal jadi kita di trotoar saja, kalau kita jualan di dalam harga barangnya juga mahal nanti tidak terjangkau masyarakat, kalau di trotoar kan tempatnya gratis jadi kita jual dengan harga yang murah meriah,” tandasnya sumringah.

Baca Juga
Lihat juga...