Gempa Lombok, Kumpulkan Bantuan Lewat Bumbung Peduli

Editor: Satmoko Budi Santoso

218

LAMPUNG – Apel besar hari Pramuka ke-57 Tingkat Kwartir Ranting Penengahan Kabupaten Lampung Selatan digelar di lapangan Kecamatan Penengahan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kegiatan apel besar hari Pramuka diisi dengan kegiatan pengumpulan bumbung peduli untuk korban bencana gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Maidin, ketua Kwartir Ranting Penengahan menyebut, pengumpulan bumbung sudah kerap dilakukan dalam setiap hari Pramuka. Bumbung dari bambu dikumpulkan oleh setiap gugus depan (Gudep) di wilayah Kwaran Penengahan.

Yusuf, camat Penengahan selaku Kamabiran menerima bumbung peduli secara simbolis dari beberapa gudep di kwaran Penengahan sebagian untuk korban gempa Lombok [Foto: Henk Widi]
Pada pengumpulan bumbung peduli, setiap sekolah akan mengumpulkan donasi pada kegiatan rutin di masing masing Gudep. Pengumpulan donasi berupa uang tersebut disebut, Maidin, dipergunakan untuk kegiatan Kwartir Ranting, Kwartir Cabang dan Kwartir Daerah.

Kepedulian setiap Gudep dilakukan dengan pengumpulan bumbung peduli dengan nilai uang sesuai kemampuan setiap anggota Pramuka.

“Donasi yang terkumpul melalui bumbung peduli akan disatukan dengan bumbung peduli dari kwartir ranting lain. Tujuannya untuk memberikan bantuan bagi anggota pramuka yang sakit, terkena musibah diambil dari uang donasi bumbung peduli,” terang Maidin, Ketua Kwartir Ranting Penengahan, saat ditemui Cendana News, seusai apel besar hari Pramuka ke-57, Senin (27/8/2018).

Pengumpulan bumbung peduli merupakan cara gerakan pramuka Kwaran Penengahan memiliki kepedulian kepada sesama. Pada saat momen hari Pramuka setiap gugus depan menyiapkan bumbung bambu yang dikreasikan dengan unik menyerupai kentongan.

Meski demikian, sejumlah sekolah juga memberikan donasi dalam bentuk kado berisi uang hasil sumbangan para siswa setiap kegiatan latihan pramuka di gudep masing-masing.

Sesuai dengan data, Maidin menyebut, terkumpul sebanyak 30 bumbung peduli dari sekitar 30 Gudep tingkat SD, sebanyak 3 bumbung peduli dari Gudep SMP dan sebanyak 1 bumbung peduli dari Gudep tingkat SMA.

Hasil uang donasi pada apel besar hari Pramuka ke-57 sesuai dengan kesepakatan sebagian akan dialokasikan untuk membantu korban bencana gempa di Lombok.

Suasana apel besar hari Pramuka ke-57 Kwartir Ranting Penengahan di lapangan kecamatan Penengahan kabupaten Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Ia menyebut, korban bencana Lombok di antaranya merupakan siswa usia sekolah yang merupakan anggota pramuka.

“Sebagai sesama anggota pramuka untuk ikut menolong pengumpulan donasi lewat bumbung peduli akan kita donasikan juga ke Lombok melalui kwartir daerah,” tegas Maidin.

Kegiatan apel besar hari Pramuka, disebut Maidin, kerap dilakukan setiap tanggal 14 Agustus. Namun dengan adanya kegiatan berbagai lomba sekaligus kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) dengan lomba kecakapan pramuka dan HUT RI ke-73, apel besar baru dilakukan setelahnya.

Meski demikian, ia menyebut makna hari Pramuka masih tetap digaungkan terutama dengan bentuk kepedulian kepada sesama.

Apel besar hari Pramuka ke-57 yang diikuti ribuan anggota Pramuka se-kecamatan Penengahan tersebut dipimpin oleh Yusuf sebagai camat Penengahan sekaligus sebagai Kepala Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran).

Yusuf yang membacakan sambutan dari Adhyaksa Dault selaku ketua Kwarnas Gerakan Pramuka menyebut, gerakan Pramuka sangat bagus untuk membentuk karakter bangsa.

Pembentukan karakter generasi muda melalui pramuka membuat orangtua ikut mendukung anaknya dalam kegiatan tersebut. Melalui kegiatan pramuka para anggota juga dibentuk untuk bisa menjadi perekat kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, anggota pramuka yang telah dididik dengan pembentukan karakter yang baik bisa menjadi calon pemimpin masa depan bangsa.

“Anggota pramuka juga harus menjadi contoh yang baik dan ikut serta dalam berbagai tugas meminimalisir peredaran narkoba, kegiatan sosial dan peduli pada sesama,” terang Yusuf membacakan sambutan ketua Kwarnas.

Pasca-apel besar hari Pramuka ke-57 Kwaran Penengahan juga membagikan ratusan piala dan piagam untuk sejumlah gugus depan. Piala dan piagam tersebut diserahkan oleh Kamabiran dan Ketua Kwaran Penengahan untuk perlombaan yang digelar selama perkemahan sehari di SMA Kebangsaan sepekan sebelumnya.

Berbagai perlombaan yang digelar di antaranya cepat tepat, keterampilan serta berbagai lomba kepramukaan.

Baca Juga
Lihat juga...