Pelabuhan Teluk Tapang Diharap Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

124
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Wakil Gubernur Nasrul Abit mengatakan, dengan memfungsikan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat akan mendorong pertumbuhan ekonomi untuk daerah tersebut dan juga Sumatera Barat.

“Mudah-mudahan setelah nanti dibukanya Pelabuhan Teluk Tapang, dapat menjadi pintu keluar CPO dari Agam sebanyak 1,6 juta ton menuju Provinsi Sumatera Utara bagian selatan,” katanya, pada kegiatan Seminar Forum Ekonom Kementerian Keuangan, di Padang, Rabu (29/8/2018).

Tidak hanya itu, keberadaan pelabuhan juga akan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat, seperti membuka lapangan usaha, lapangan kerja hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saat ini, sumber PAD terbesar itu dari kendaraan bermotor. Kabupaten dan kota harus lebih giat lagi mencari sumber lainnya,” tegasnya.

Selain itu, beroperasinya Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan menjadi salah satu solusi dalam upaya menekan inflasi.

“Upaya menekan inflasi itu sangat perlu. Karna kalau rendah, maka pertumbuhan akan membaik,” jelasnya.

Diterangkan, saat ini pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat turun dari 5,3 persen menjadi 5,1 persen hingga pertengahan tahun 2018 ini. Salah satu penyebab, akibat anjloknya harga sawit. Padahal komoditas tersebut merupakan ekspor unggulan.

 

Untuk mewujudkan harapan pertumbuhan ekonomi, pihaknya juga telah bekerjasama dengan Badan Litbang Energi Sumber Daya dan Mineral, untuk measok listrik dalam pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang.

“Untuk pasokan listrik, bisa menggunakan pengembangan energi baru dan terbarukan,” ujar Nasrul.

Menurutnya produksi tangkap Kabupaten Pasaman Barat cukup melimpah. Tapi nelayan sering kesulitan mendapatkan batu es untuk mengawetkan ikan. Jika pasokan listrik cukup, pemerintah dapat membangun gudang pendingin, seperti cold stroge.

“Kami akan berkoordinasi dengan PT Pelindo II, Dinas Perhubungan, Kemenko Maritim untum memastikan pemanfaatan pelabuhan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang ESDM, F.X. Sutijastoto menjelaskan, pengembangan pelabuhan Teluk Tapang akan mendorong pembangunan perekonomian dan membuka pasar energi. Aset pelabuhan dapat dikembangkan setelah dikaji bersama PT Pelindo II.

“Apabila pelabuhan ini dioperasikan dan berkembang, manfaat ekonominya cukup besar,” katanya.

Selain itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Yunus Syaifulhak menjelaskan, pasokan energi listrik Teluk Tapang dapat dipasok dari pembangkit listrik tenaga panas bumi di Mandailing Natal, Sumatera Utara.

“PLTPB tersebut sudah membor 14 sumur dan sudah siap untuk menggerakkan turbin berkapasitas 60 MW dari 500 MW yang direncanakan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, tahun ini ditargetkan sudah bisa memproduksi listrik 40 Megawatt. Selain itu juga bisa dengan membangun jaringan listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Agam.

Lihat juga...

Isi komentar yuk