hut

Pemasangan Listrik di Gunung Timang Dituntaskan

Ilustrasi. Dok: CDN

MUARA TEWEH – Pemasangan tiang listrik PT PLN, yang menghubungkan Desa Kandui sampai Batu Raya, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tahun ini akan dituntaskan.

Pembangunan tersebut sempat terkendala, tuntutan ganti rugi oleh oknum warga. “Pemerintah daerah akhirnya memutuskan, jaringan tiang listrik dipasang di tepi atau pinggir badan jalan akses desa, sehingga tiang listrik tidak dipasang pada tanah warga,” kata Bupati Barito Utara, Nadalsyah, di Muara Teweh, Kamis (9/8/2018).

Seharusnya listrik di sejumlah desa yang dlintasi tiang listrik dari Kandui-Batu Raya sudah menyala tahun lalu. Namun karena ada permasalahan tuntutan ganti rugi, hal tersebut tidak bisa teralisasi. Berdasarkan kesepakatan bersama, tiang listrik dipasang di bahu jalan. “Saya turun langsung bertemu masyarakat dan unsur Tripika Kecamatan Gunung Timang,” tambahnya.

Nadalsyah mengklaim, dirinya aktif ke lapangan untuk mengupayakan seluruh desa di daerah tesebut bisa dialiri listrik. Pemkab Barito Utara mengutamakan perbaikan jalan rusak, programnya kemudian dilanjutkan dengan pemasangan listrik dan jembatan. “Hal ini tidak lain biar mobilisasi tiang selesai,” kata Dia.

Pemkab Barito juga menunjang pemasangan tiang listrik di Kecamatan Lahei dan Lahei Barat. Dengan membangun jalan, sepanjang 80 kilometer di daerah tersebut, karena jalan merupakan syarat supaya tiang dipasang. “Pembangunan jalan itu tidak ada anggaran dari pemerintah daerah, semua pihak swasta,” ujarnya.

Manajer PT. PLN Rayon Muara Teweh, Permono Gunawan mengatakan, pihaknya langsung bekerja melaksanakan kesepakatan. Akan tetapi pemasangan tidak memakai tiang dengan tiga kabel, melainkan satu tiang dengan kabel bungkus. “Memang ada keterlambatan tiang beton, sehingga listrik desa (lisdes) belum bisa selesai di Gunung Timang,” ucapnya.

Rencana kerja 2019, pemasangan berlangsung di Kecamatan Lahei Barat, Lahei, Montallat, Teweh Baru dan Teweh Selatan. Di mana dari jumlah itu nantinya sebanyak 20 desa di lima kecamatan akan dipasang listrik di tahun depan. “Rencana pemasangan listrik di 20 desa sudah diusulkan ke PLN tergantung persetujuan pusat, kita juga menyesuaikan dana yang ada dan desa mana yang menjadi prioritas Bupati Nadalsyah,” jelasnya.

Listrik di Barito Utara tersebut, sudah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai di Desa Karendan Kecamatan Lahei. Pembangkit tersebut saat ini beroperasi dengan daya 155 MW, dengan ratusan tower jaringan kabel saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dengan daya 150 kV. Jaringan dibangun hingga Buntok Kabupaten Barito Selatan dan Tanjung, Kalimantan Selatan hingga sebagian Kalimantan Timur. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!