Pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda, Terkendala Lahan

Editor: Satmoko Budi Santoso

202

BALIKPAPAN – Persoalan lahan dalam penyelesaian pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda menjadi persoalan utama sejak awal pengerjaan.

Hal itu diakui Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, saat melakukan peninjauan progres pembangunan dari seksi IV Plaran dan berakhir di seksi V Balikpapan.

Menurut Awang, masalah paling krusial adalah masalah lahan. Namun ia pun optimis target akhir 2018 pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda sudah dapat dituntaskan.

“Persoalan lahan itu, misalnya, masyarakat menuntut ganti rugi tanam tumbuh di kawasan Tahura maupun warga yang bertahan pada harga mereka, padahal tidak sesuai NJOP,” ucapnya, Selasa (28/8/2018).

Proses pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda – Foto Ferry Cahyanti

Tidak hanya itu, kondisi alam juga sangat mempengaruhi pelaksanaan proyek pembangunan di lapangan seperti tingginya curah hujan, kawasan rawa, dan perbukitan.

“Kondisi itu semua kan pasti berimbas pelaksanaan pembangunan di lapangan. Khusus pembebasan lahan kami tetap berpatokan pada aturan,” jelas Awang.

Dia menyebutkan, pemerintah juga tidak akan membayar lahan yang tidak berdasar NJOP atau nilai harga yang ditetapkan tim appraisal. “Bagi yang belum bersepakat, kami telah menitipkan uang (konsinyasi) di Pengadilan. Negara kita negara hukum, mari ikuti aturan hukum. Dan perlu diketahui, untuk kepentingan umum, undang-undang telah mengatur masyarakat tidak boleh menghalangi,” tegasnya.

Usai melakukan peninjauan pada pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda tersebut, Awang meyakini beberapa segmen bisa dioperasionalkan untuk dilewati masyarakat.

“Penuntasan pembebasan lahan yang selama ini penghambat pembangunan jalan tol berjalan terus,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan, pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda akan rampung pada semester I/2019. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Aryani mengungkapkan, saat ini progres fisik pembangunan telah mencapai 65 persen.

Khusus untuk tiga seksi yang dikerjakan BUJT atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Balikpapan Samarinda realisasinya 63 persen.

“Setelah rampung nanti, secara keseluruhan 99 kilometer tol akan dikelola PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda supaya layak secara investasi,” paparnya.

Dijelaskannya dari total 99 kilometer panjang Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, sepanjang 66 kilometer yang dikerjakan BUJT. Di dalamnya, PT Jasa Marga tidak sendirian melainkan ada juga PT Wijaya Karya, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Bangun Cipta Kontraktor. Sumber anggaran berasal dari pengusahaan ditambah pinjaman perbankan.

“Tidak boleh ada kendala, pasti ada. Seperti pembebasan lahan yang saat ini masih kurang 5 persen,” tambahnya.

Baca Juga
Lihat juga...