Pemda NTB Harapkan Bantuan Rumah Korban Gempa, Tepat Sasaran

Editor: Satmoko Budi Santoso

1.408

MATARAM – Untuk memastikan penyaluran bantuan perbaikan rumah masyarakat korban bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara tepat sasaran, Pemda NTB gandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam proses penyaluran.

“BRI menjadi bank yang digandeng Pemda NTB dalam menyalurkan bantuan perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa, termasuk bantuan dari Kemensos,” kata Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum di Mataram, Rabu (1/8/2018).

Dikatakan, mekanisme penyerahan bantuan rehabilitasi rumah yaitu korban diberikan bantuan uang melalui BRI. Oleh karena itu korban harus memiliki rekening di BRI, KTP, dan rekomendasi TNI.

Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum/Foto : Turmuzi

Untuk kelancaran realisasi bantuan rumah bagi korban akan dilakukan pendataan secara simultan, yaitu setiap hari akan diterbitkan surat keputusan bupati tentang data verifikasi rumah.

“Pemprov NTB segera melakukan verifikasi rumah rusak akibat gempa, yaitu dengan kriteria rusak berat, sedang, dan ringan yang disertai data dengan nama dan alamat,” katanya.

Termasuk gambar teknis dan pendataan korban meninggal, luka berat, dan luka ringan. Setelah itu, Pemprov NTB akan segera menyalurkan bantuan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga berjanji akan memberikan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang rumahnya mengalami rusak parah akibat gempa.

Masing-masing rumah yang rusak berat akan diberikan dana sebesar Rp50 juta. Pembangunan dan supervisi akan dibantu oleh TNI, sedangkan untuk pengawasan dilakukan oleh gubernur, bupati dan perangkat yang lain.

Pascagempa 6,4 SR yang mengguncang Pulau Lombok dan mengakibatkan korban jiwa, luka-luka serta ratusan rumah mengalami kerusakan, Gubernur NTB Zainul Majdi, mengeluarkan Surat Keputusan penetapan status darurat bencana gempa bumi Pulau Lombok selama 7 hari dari 29 Juli 2018 sampai dengan 4 Agustus 2018.

Sampai hari ini, berdasarkan data BPBD NTB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 17 orang, korban luka mencapai 401 orang, jumlah warga mengungsi 10.062 jiwa. Sementara total rumah yang mengalami kerusakan mencapai 5.448 unit.

Baca Juga
Lihat juga...