Pemimpin Harus Berulangkali Kunjungi Masyarakat

Editor: Mahadeva WS

208

MAUMERE – Menjadi pemimpin, apalagi Bupati Sikka, harus sering datang mengunjungi masyarakat di berbagai wilayah kabupaten tersebut. Kunjungan harus dilakukan berulangkali, agar bisa mendengar sendiri keinginan yang disampaikan oleh masyarakat.

“Pemimpinnya harus datang berulang kali, mendengar keinginan rakyat,  rakyat mau apa karena dia mendapat jabatan karena rakyat memilihnya. Hal ini yang menyebabkan saya datang ke pulau Kojadoi,” sebut Penjabat Bupati Sikka, Drs.Mekeng P.Florianus, Minggu (26/8/2018).

Dihadapan masyarakat Kojadoi, Mekeng mengatakan, kedatangan bupati untuk bertemu dengan masyarakat dilakukan, karena pembangunan adalah sebuah proses. “Kalau hanya membandingkan time limit, saya hanya dua bulan, sepertinya kami tidak perlu datang. Tapi selama dua bulan kami ingin melihat dari dekat selain masyarakat yang ada di wilyah daratan kami juga melihat masyarakat di wilayah kepulauan,” tandasnya.

Wilayah pemerintahan disebut Mekeng, bukan hanya di daratan Pulau Flores. Tetapi juga di pulau-pulau, karena semua itu adalah bagian dari Kabupaten Sikka. Semuanya terintergrasi, dalam pembangunan daerah, sehingga bupati harus sering datang mengunjungi warganya. “Saya adalah penjabat Bupati Sikka, artinya administrasi pemerintah tapi sesungguhnya saya adalah Bupati Sikka, di beri kewenangan penuh untuk mengambil berbagai keputusan terkait dengan keputusan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Camat Alok Timur Frans da Lopes. Foto : Ebed de Rosary

Camat Alok Timur, Frans da Lopes mengungkapkan, kedatangan Penjabat Bupati Sikka ke pulau, membuat masyarakat merasa bangga. Hal itu disebutnya, bukan hal yang lumrah, tapi termasuk hal yang luar. “Dalam rentang dua bulan ini, penjabat bupati mengunjungi desa di kepulauan, ini sesuatu yang luar biasa. Wilayah kepulauan kita di peta dunia tidak nampak tapi penjabat masih berkenan datang mengunjungi kita di desa ini,” ungkapnya.

Wilayah pemerintahan Kecamatan Alok Timur, terdiri dari 10 wilayah pemerintahan. Terdiri dari lima kelurahan, dan lima desa, dengan jumlah penduduk kurang lebih 38 ribu jiwa. Sedangkan jumlah penduduk di tiga desa kepulauan yakni, Desa Kojadoi, Perumaan dan Desa Kojagete sekira 3.000 jiwa.

Baca Juga
Lihat juga...