Pemimpin Harus Berulangkali Kunjungi Masyarakat

Editor: Mahadeva WS

159

MAUMERE – Menjadi pemimpin, apalagi Bupati Sikka, harus sering datang mengunjungi masyarakat di berbagai wilayah kabupaten tersebut. Kunjungan harus dilakukan berulangkali, agar bisa mendengar sendiri keinginan yang disampaikan oleh masyarakat.

“Pemimpinnya harus datang berulang kali, mendengar keinginan rakyat,  rakyat mau apa karena dia mendapat jabatan karena rakyat memilihnya. Hal ini yang menyebabkan saya datang ke pulau Kojadoi,” sebut Penjabat Bupati Sikka, Drs.Mekeng P.Florianus, Minggu (26/8/2018).

Dihadapan masyarakat Kojadoi, Mekeng mengatakan, kedatangan bupati untuk bertemu dengan masyarakat dilakukan, karena pembangunan adalah sebuah proses. “Kalau hanya membandingkan time limit, saya hanya dua bulan, sepertinya kami tidak perlu datang. Tapi selama dua bulan kami ingin melihat dari dekat selain masyarakat yang ada di wilyah daratan kami juga melihat masyarakat di wilayah kepulauan,” tandasnya.

Wilayah pemerintahan disebut Mekeng, bukan hanya di daratan Pulau Flores. Tetapi juga di pulau-pulau, karena semua itu adalah bagian dari Kabupaten Sikka. Semuanya terintergrasi, dalam pembangunan daerah, sehingga bupati harus sering datang mengunjungi warganya. “Saya adalah penjabat Bupati Sikka, artinya administrasi pemerintah tapi sesungguhnya saya adalah Bupati Sikka, di beri kewenangan penuh untuk mengambil berbagai keputusan terkait dengan keputusan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Camat Alok Timur Frans da Lopes. Foto : Ebed de Rosary

Camat Alok Timur, Frans da Lopes mengungkapkan, kedatangan Penjabat Bupati Sikka ke pulau, membuat masyarakat merasa bangga. Hal itu disebutnya, bukan hal yang lumrah, tapi termasuk hal yang luar. “Dalam rentang dua bulan ini, penjabat bupati mengunjungi desa di kepulauan, ini sesuatu yang luar biasa. Wilayah kepulauan kita di peta dunia tidak nampak tapi penjabat masih berkenan datang mengunjungi kita di desa ini,” ungkapnya.

Wilayah pemerintahan Kecamatan Alok Timur, terdiri dari 10 wilayah pemerintahan. Terdiri dari lima kelurahan, dan lima desa, dengan jumlah penduduk kurang lebih 38 ribu jiwa. Sedangkan jumlah penduduk di tiga desa kepulauan yakni, Desa Kojadoi, Perumaan dan Desa Kojagete sekira 3.000 jiwa.

Baca Juga
Penyelengaraan Festival Tiga Gunung Dikritisi LEWEOLEBA – Jalan-jalan di dalam Kota Leweoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, banyak yang masih berlubang. Apalagi untuk jalan yang penghubung antar ke...
BBM Langka di Lembata, Antrian Mencapai Dua Kilome... LEWOLEBA – Ratusan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, Selasa (25/9/2018), sejak pukul 02.00 WITA, mengantri di AMPS, satu-satunya Stasiun Pen...
Kemarau, PDAM Kupang Batasi Distribusi Air Bersih KUPANG - Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai membatasi distribusi air bersih untuk 12.000 pelanggan, sejak ibu k...
Warga Lembata Keluhkan Kelangkaan BBM LEWOLEBA – Ratusan kendaraan bermotor, baik roda dua atau lebih, sejak pukul 02.00 WITA, mengantre di AMPS, satu-satunya Stasiun Pengisian BBM di kota...
TKI NTT tak Pikirkan Dampak Pekerjaan KUPANG - Pengamat masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Pater Gregorius Neonbasu SVD, menilai para TKI ...
Perpustakaan Ramah Anak ke-100 Berdiri di NTT JAKARTA --- Taman Bacaan Pelangi meresmikan perpustakaan ramah anak yang ke-100 di SDK Nangapanda 1, Ende, Nusa Tenggara Timur. Peresmian perpustak...
Tak Percaya DPRD Sikka, PMKRI Maumere Surati KPK MAUMERE - Dana pengamanan pilkada Sikka 2018 masih menjadi perdebatan hangat di Nian Tana Sikka. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka yang mengucurkan ...