Pemkab Musi Banyuasin Edukasi Seleksi Makanan Sehat

192
Sekda Muba, Apriyadi - Foto: mubakab.go.id

MUSI BANYUASIN — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan berupaya mengedukasi masyarakat mengenai cara menyeleksi makanan yang sehat, terbebas dari formalin atau bahan kimia berbahaya bagi kesehatan untuk dikonsumsi keluarga.

“Kegiatan edukasi itu digalakan untuk melindungi masyarakat dari makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya yang akhir-akhir ini masih sering ditemukan di pasar,” kata Sekda Musi Banyuasin, Apriyadi, di Sekayu, Jumat (10/8/2018).

Menurut dia, dalam kegiatan edukasi tersebut, diberikan penjelasan kepada masyarakat mengenal ciri makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin dan pewarna tekstil.

Dengan digalakkannya kegiatan edukasi itu diharapkan masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan bisa terhindari dari mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan manusia.

“Akhir-akhir ini masih sering ditemukan produk makanan yang mengandung formalin, pewarna tekstil, dan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan manusia lainnya, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban tindak kejahatan pelaku usaha,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan edukasi itu dijelaskan ciri-ciri makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti ikan asin yang mengandung formalin.

Ikan asin yang mengandung bahan kimia berbahaya itu ciri-cirinya antara lain tidak rusak disimpan dalam waktu yang cukup lama di atas satu bulan, berwarna bersih dan cerah, bau formalin cukup menyengat, dan tidak dihinggapi lalat ketika diletakan di tempat terbuka.

Jika ciri-ciri tersebut tidak ditemukan dan sebagai langkah antisipasi terkonsumsi formalin yang ada di ikan asin, pihaknya mengimbau masyarakat melakukan proses deformalinisasi terhadap ikan asin yang akan diolah menjadi makanan.

Masyarakat dapat melakukan proses deformalinisasi dengan cara merendam ikan asin yang diduga mengandung formalin dalam air, larutan air garam, dan air leri (bekas mencuci beras).

“Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalin hingga 61,25 persen, dengan air leri mencapai 66,03 persen, dan dengan air garam bisa menurunkan kadar bahan kimia berbahaya itu hingga 89,53 persen,” kata Apriyadi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...