Pemkab Sikka Beri Penghargaan Pelestari Lingkungan

Editor: Koko Triarko

2.425
MAUMERE – Uskup Maumere, Mgr. Gerulfus Kherubiem Parera, SVD, mendapatkan penghargaan lingkungan hidup dari Pemerintah Kabupaten Sikka, kategori Pembina lingkungan. Pemerintah menilai, sebagai pemimpin agama, Uskup Maumere juga telah berperan aktif dan mengimbau umatnya untuk melestarikan lingkungan.
“Lewat LSM yayasan Caritas yang berada di bawah naungan Keuskupan Maumere, telah dilakukan berbagai upaya penghijaun di sekitar mata air, membuat sumur resapan di berbagai daerah, serta berbagai kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan lainnya,” sebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka, Ir. Yunida Pollo, Jumat (24/8/2018).
Dikatakan Yunida, saat Paskah 2018, Uskup Maumere lewat ‘surat gembala’ mengimbau umat Katolik untuk mencintai bumi dengan melakukan berbagai kegiatan penghijauan di lingkungan dan paroki-paroki, sehingga dilakukan banyak penanaman pohon.
Theodorus Rindu, penerima penghargaan perintis lingkungan dari pemerintah kabupaten Sikka. -Foto: Ebed de Rosary
“Lewat surat gembala, semua gereja di kabupaten Sikka melaksanakan gerakan penghijauan, membuat pupuk organik serta terasering dan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama. Kegiatan ini juga sebagai bentuk untuk memotivasi dan mendorong masyarakat mencintai lingkungan hidup,” tuturnya.
Selain Uskup Maumere, penghargaan juga diberikan kepada pribadi maupun kelompok, dalam kategori perintis lingkungan, yakni Theodorus Rindu, Petrus Tibertius serta Fabianus Nong Lee.
“Untuk kategori penyelamat lingkungan diberikan kepada kelompok tani Kalvari dari kecamatan Nita, dan kelompok tani Sudan Sogor dari kecamatan Tanawawo. Untuk kategori pengabdi lingkungan diberikan kepada Yakobus Sawe dari kecamatan Waigete, Petrus Raga dari Palue serta Antonius Moa Siga dari Nita,” paparnya.
Theodorus Rindu, penerima penghargaan perintis lingkungan kepada Cendana News menyebutkan, dirinya melakukan penghijauan di lingkungan sekitar rumah dan menanam tanaman pedagangan dan perkebunan serta pepohonan di lahan kosong di kebunnya dan di desanya.
“Dengan penghargaan ini, tentunya bisa memotivasi masyarakat lainnya agar bisa melakukan penghijauan di wilayahnya, agar bisa meraih penghargaan dan lingkungan pun menjadi asri dan hijau,” ungkapnya.
Setiap tanah kosong yang bisa ditanami, kata Theodorus, dirinya selalu menanaminya dengan pepohonan tanpa memperhitungkan akan mendapatkan penghargaan, namun lebih kepada mempercantik lingkungan di tempat tinggalnya dan desanya.
Baca Juga
Lihat juga...