Pemkot Balikpapan Tekankan UMKM Gunakan Bahan Lokal

Editor: Satmoko Budi Santoso

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Doortje Marpaung/ Foto: Ferry Cahyanti.

BALIKPAPAN – Perajin tahu dan tempe di Kawasan Industri Somber Kota Balikpapan masih mengandalkan kedelai impor, kendati harga kedelai mengalami kenaikan akibat melemahnya mata uang Rupiah terhadap Dolar.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung, mengakui, hingga kini perajin tahu dan tempe masih mengandalkan kedelai impor walaupun mengalami kenaikan harga.

Hal itu karena dari pengiriman bahan dan efisiensi pengiriman masih bisa terjaga dibandingkan dengan mendatangkan kedelai lokal.

“Bagaimana caranya agar saling membantu, olahan makanan dari kedelai bisa juga kontinu dan efisien. Itu yang dikeluhkan perajin tempe dan tahu. Memang harga lebih tinggi impor tapi efisien dalam pengiriman,” katanya, Selasa (28/8/2018).

Sedangkan kedelai lokal dari Berau juga sudah dicoba oleh perajin tahu dan tempe di Balikpapan. Namun, lanjut Doortje mengalami kendala transportasi pengiriman yang lebih mahal dan ketersediaan yang belum terjaga.

Lihat juga...