Pemprov NTT Targetkan Imunisasi Capai 95 Persen

Editor: Satmoko Budi Santoso

1.205

MAUMERE – Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Sikka menargetkan sebanyak 95 persen anak usia 9 bulan sampai di bawah 15 tahun bisa mendapatkan imunisasi campak dan rubella dalam imunisasi massal yang berlangsung selama bulan Agustus sampai September tahun 2018 ini.

“Pelaksanaan kampanye campak dan rubella mulai dilaksanakan pada tahun 2017 di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa termasuk di NTT dilaksanakan tahun 2018 dengan target capaian 95 persen,” sebut penjabat Bupati Sikka Flori Mekeng, Kamis (2/8/2018).

Imunisasi massal ini penting, kata Flori, agar dapat terbentuk kekebalan kelompok sehingga tidak lagi terjadi kejadian luar biasa campak dan kasus cacat bawaan pada generasi emas bangsa.

“Pemerintah telah berkomitmen untuk mencapai eleiminasi penyakit campak dan pengendalaian penyakit Rubella pada tahun 2020 sehingga pemerintah menambahkan vaksin Rubella menjadi program imunisasi rutin,” terangnya.

Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mempercepat pencapaian tujuan tersebut sebut Flori, adalah dengan melaksanakan kampanye imunisasi campak dan Rubella. Penyakit campak dan Rubella sangat menular dan sampai sekarang belum ada obatnya.

“Satu-satunya cara agar anak-anak kita tidak tertular penyakit adalah dengan pemberian imunisasi campak dan Rubella. Kegiatan imunisasi secara massal ini sebagai upaya memutuskan transmisi penularan campak dan Rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun,” ungkapnya.

Tanpa melihat status imunisasi sebelumnya, tegas Flori, imunisasi campak dan rubela ini sifatnya wajib dan tidak membutuhkan individual informed concent untuk mendukung percepatan eliminasi penyakit campak dan rubella di Indonesia tahun 2020.

“Kenapa wajib diberikan imunisasi, sebab data menunjukan di Indonesia 85 persen kasus campak dan rubella terjadi pada kelompok usia tersebut. Serta pemberian imunisasi campak dan rubella pada usia ini diharapkan kekebalan komunitas akan terbentuk,” terangnya.

Langkah ini, tambah Flori, akan menyebabkan penularan campak dan rubella ke kelompok umur lain terutama pada ibu hamil menjadi sangat kecil. Program ini sudah dilakukan di beberapa negara besar seperti Amerika dan Australia dan sudah berhasil menurunkan kasus campak dan rubella serta kelainan konginetal atau cacat bawaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH., -Foto: Ebed de Rosary

Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH menjelaskan, imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat bermanfaat. Banyak kasus kematian dan kecacatan yang disebabkan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

“Ada sekitar 10 penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti penyakit Hepatitis B, TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Kanker Leher Rahim, Pneumonia, Meningitis serta Campak,” ungkapnya.

Mulai tahun 2017, kata Maria, sudah ditambahkan vaksin rubella yang diintroduksi dengan vaksin campak, dimulai dengan kegiatan kampanye imunisasi campak dan rubella dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Selanjutnya akan menjadi program imunisasi rutin.

“Seorang anak akan mendapatkan 3 kali suntikan imunisasi campak dan rubella pada usia 9 bulan, 18 bulan dan suntikan campak dan rubela ketiga pada kelas 1 Sekolah Dasar melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...