Pemprov Sumbar Dorong Petani Berinovasi

Editor: Koko Triarko

1.710
SOLOK – Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, para petani perlu melakukan inovasi yang dapat memberikan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Untuk lebih mengembangkan dan mensejahterakan petani. salah satu langkah yang harus diambil adalah dengan melahirkan inovasi-inovasi, seperti menanam tanaman buah yang bermanfaat,” kata Irwan Prayitno, pada penyerahan benih tanaman buah, pangan dan pencanangan nagari inovasi di Balitbu Aripan, Kabupeten Solok, Selasa (28/8/2018).
Menurutnya, dengan inovasi, akan banyak keuntungan yang akan didapat oleh petani, produksi pertanian lebih meningkat dan waktu panen lebih cepat. Karena betapa pentingnya inovasi dalam segi pertanian atau perkebunan, karena sudah ada negara yang sukses dengan melahirkan inovasi.
“Thailand, contohnya, mereka punya produk pertanian yang sudah terkenal, bahkan sampai ke Indonesia, siapa yang tidak kenal dengan durian Bangkok, jambu Bangkok, bahkan ayam Bangkok, juga,” ucapnya.
Untuk itu, gubernur mengajak seluruh petani di Sumatera Barat menggunakan bibit unggul dan sudah sudah lahir dari sebuah inovasi juga.
“Sekarang banyak sekali oknum-oknum yang menjual bibit yang kurang bagus, maka saya harap petani sebelum membeli bertanya dulu kepada pemerintah (dinas pertanian), merk bibit apa yang bagus dan unggul,” ajaknya.
Di tempat yang sama, Hardianto, Kepala Pusat Hortikultura Kementerian Pertanian RI, menyampaikan, untuk mendukung petani di Sumatra Barat, akan diserahkan 500 ribu benih dan akan disebarkan ke Kabupaten Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Solok Selatan, Solok dan Kota Payakumbuh.
“Benih tersebut, yakni pepaya, salak, jengkol kopi, jeruk, kentang dan durian, yang dalam jangka waktu 2-3 tahun akan sudah membuahkan hasil,” sebutnya, yang pada kesempatan itu, juga menetapkan Nagari Matur Mudik sebagai nagari inovasi teknologi
Ia menyebutkan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), juga telah menyatakan kesiapan teknologi inovasi, guna mendukung pencapaian swasembada, dan antisipasi fluktuasi untuk harga bawang merah dan cabai dengan penanganan on farm untuk mencukupi produksi, dan pendekatan nonteknis untuk penataan aktivitas panen, distribusi produksi, pemasaran, dan kebijakan.
Caranya, pendekatan teknis dapat dilakukan melalui penyediaan varietas unggul dan teknologi budi daya yang sesuai untuk kondisi off season, dengan varietas unggul bawang merah, antara lain Sembrani yang adaptif terhadap musim hujan, umbi besar, adaptif di lahan kering atau tadah hujan, dan potensi hasil mencapai 24,4 ton per hektare.
Menurutnya, varietas unggul cabai antara lain, Kencana, dengan potensi produksi mencapai 22,9 ton per hektare yang dikenal adaptif di dataran medium, dataran tinggi dan musim kemarau basah.
Sementara, Ciko dengan potensi produksi 20,5 ton per hektare, diketahui adaptif di dataran medium, Prima Agrihorti dengan potensi produksi 20,25 ton per hektare tergolong adaptif di dataran tinggi, dan Rabani Agrihorti yang produksi per hektare mencapai 13,14 ton per hektare adaptif di dataran tinggi.
Pendekatan lain yang harus dilakukan, meliputi penyediaan benih berkualitas sesuai jumlah yang diperlukan, dan kini tersedia teknologi benih true shallot seed (TSS) bawang merah, dan teknologi benih bebas penyakit pada tanaman cabai, didukung penyediaan teknologi budi daya off season, dengan penanganan panen yang tepat, sehingga mengurangi kehilangan hasil dan menjaga kualitas produksi.
Lihat juga...