Pemuda Desa Tuwagoetobi Diminta Aktif Manfaatkan Sumber Daya

Editor: Koko Triarko

211
LARANTUKA –  Anak Muda di Desa Tuwagoetobi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, yang tergabung dalam Karang Taruna Karya Baru Lewoblolo, diminta untuk berkreasi memanfaatkan sumber daya yang ada di desa untuk menghasilkan karya.
“Bukan karena visi bupati dan wakil bupati terkait menyelamatkan orang muda, jadi kita hanya duduk menunggu saja. Tapi, kita harus meterjemahkan dan bisa mengkreasikan sesuai sumber daya yang dimiliki orang muda di desa,” tegas Maksimus Masan Kian, Minggu (5/8/2018).
Ketua Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) cabang Flores Timur (Flotim) ini, menyebutkan, selamatkan orang muda  seperti visi bupati Flores Timur, Anton Hadjon dan wakil bupati Agustinus Payong Boli, membuat kaum muda hanya berharap atau bersandar pada pemerintah semata.
“Sudah saatnya semua warga membangun kerja sama dan mengeluarkan gagasan-gagasan dan inovasi untuk menterjemahkan misi mulia ini, agar kaum muda bisa mengambil peran dan diberdayakan dengan berbagai kegiatan positif yang menghasilkan manfaat,” sebutnya.
Saverinus Laga Payon, ketua Karang Taruna Karya Baru Lewoblolo, mengatakan, pihaknya  menjadi seorang pemimpin tidak langsung jadi. tidak instan, tetapi  butuh proses dan harus belajar terus-menerus, agar bisa menjadi pemimpin yang berhasil.
“Pemimpin tidak dilihat apakah dia berpendidikan tinggi, memiliki strata sosial teratas dan kaya, tetapi dia yang terus berlatih, mengalami langsung bagaimana rasanya memimpin,” sebutnya.
Menyadari akan hal itu, kata Saverinus, pihaknya menggagas kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) dan Latihan Keterampilan Kerajinan Tangan (LKKT) selama empat bulan, terhitung sejak Agustus sampai akhir Desember 2018.
“Karang Taruna ini sudah berusia 38 tahun pada tanggal 17 Juli 2018 yang lalu, sehingga kami mengawali kegiatan LKTD Jumat (3/8) dengan mengundang dua narasumber dari Agupena Flotim, yakni Maksimus Masan Kian dan Agusallim Bebe Kewa, untuk berbagi pengalaman,” terangnya.
Dalam LKTD, tambah Saverinus, diberikan materi gambaran umum seputar Kepemimpinan Tingkat Dasar, meliputi public speaking (debat, pidato dan teknik membawa acara),  berdiskusi, teknik memimpin rapat atau persidanga.Juga terkait surat-menyurat serta kearsipan.
“Rangkaian kegiatan hingga Desember 2018, sehingga minimal sebulan sekali dilakukan satu paket kegiatan LKTD dengan LKKT. Dalam latihan keterampilan, diajari menggunakan bahan lokal membuat  anyaman bambu, anyaman dari daun lontar dan segala potensi lainnya dengan mendatangkan orang yang ahli di bidangnya.
“Targetnya, karya yang dihasilkan akan dipamerkan di akhir tahun 2018 nanti. Saya senang, dalam kegiatan pertama,  hadir sekitar 30 anggota, setelah mendapat materi singkat, diberi kesempatan untuk latihan. Nampak peserta sangat antusias, sebab hampir semua baru mengikuti kegiatan seperti ini,” ungkapnya.
Oktavianus Bali, salah satu peserta, mengaku bangga dan sangat termotivasi, sebab berbicara di depan umum kalau dibayangkan mudah, tetapi saat dipraktekkan atau mengalami langsung terasa sangat sulit dan gugup.
“Saya merasa sangat beruntung menjadi salah satu peserta kegiatan ini,” tuturnya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.