Pemulangan Atlet Asian Games Tidak Dengan Rekayasa Lalulintas

Editor: Mahadeva WS

175
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah - Foto Lina Fiitria

JAKARTA – Perjalanan pulang atlet-atlet Asian Games 2018 di Jakarta tidak dilakukan dengan rekayasa lalulintas. Kendati demikian, proses pemulangan tidak mengalami gangguan dan tetap bisa berjalan lancar.

“Jadi pemulangan tidak semasif kedatangan. Kalau kedatangan, hampir sama waktunya. Kemarin (kedatangan) saja beres. Apalagi (pemulangan) yang cuma bertahap,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, Jumat (31/8/2018).

Proses pemulangan menurutnya, sudah berlangsung secara bertahap. Prosesnya sudah mulai berlangsung pada minggu kedua pelaksanaan Asian Games 2018. Hal tersebutlah yang mendorong Dishub dan Ditlantas Polda Metro Jaya, tidak melakukan rekayasa lalu lintas. Meski tidak ada rekayasa, Dishub DKI Jakarta, tetap bertanggung jawab melakukan pengawalan, sampai ketempat tujuan untuk para atlit dan offisial. “Kami tetap melakukan pengawalan, sampai ke Bandara,” tandasnya.

Sementara dari pihak penyelenggara, INASGOC, mulai fokus pada manajemen kepulangan atlet. Meskipun saat ini sudah ada atlet yang pulang dari penyelenggaraan di Palembang, diperkirakan puncak kepulangan akan terjadi pada 3-4 September 2018.

Wakil Direktur Transportasi Inasgoc, Sudjianto Adji mengatakan, demi kelancaran proses pemulangan atlet, Inasgoc menyediakan kendaraan dalam jumlah besar. Penyediaan dilakukan pada dua hari tersebut, dan akan tetap menyediakan kendaraan di hari-hari lainnya, meski jumlahnya lebih sedikit. “Fokus kami ada di wisma atlet. Pemulangan atlet akan menggunakan terminal satu dan dua. Sistem yang digunakan untuk pengantaran atlet dan ofisial ke bandara adalah dengan menggunakan shuttle dan sistem grouping untuk kontingen besar seperti Cina dan Korea,” ujar Sudjianto.

Mengenai sarana transportasi selama Asian Games 2018 disebutnya, semua berjalan sesuai dengan permintaan Dewan Olimpiade Asia. Termasuk waktu perjalan dari wisma atlet menuju venue. “Sampai saat ini tidak ada komplain dari peserta untuk waktu tempuh dari Wisma Atlet ke venue. Perjalanan rata-rata semua sudah memakan waktu di bawah 30 menit,” jelasnya.

Diperkirakan, akan ada 3.000-4.000 batch kepulangan. Guna mengantisipasi kendala, akan membentuk kepanitiaan secara tersendiri. “Untuk proses kepulangan ini, saat ini kami fokus di wisma atlet. Akan dipergunakan terminal 1 dan 2 di Bandara Soekarno Hatta untuk kepulangan atlet. Nantinya akan ada shuttle, yang akan ada 30 menit hingga 1 jam sekali, dan sistem grouping untuk kontingan besar seperti Tiongkok dan Korea. Semua akan kami layani dan saat ini sedang kami persiapkan. Untuk kepulangan ini optimalnya sampai dengan 4 September, selebihnya pemulangan kecil. Namun tetap kami layani,” tuturnya.

Saat ini, tercatat sudah ada atket yang pulang baik dari Jakarta maupun Palembang, meski skalanya kecil. Untuk kepulangan dengan skala kecil, telah disediakan 200 bus besar dan 10 buffer. “Tidak dikurangi, karena kontrak kami dengan Kemenhub hingga 4 September mendatang. Tapi kendalanya bukan pada jumlah kendaraannya, tapi lebih kepada tempat parkirnya di bandara,” pungkasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk