Pendidikan, Kunci Membentuk Pemimpin Muda Hindu

218

DENPASAR – Pendidikan yang benar, menjadi kunci untuk mencetak generasi muda Hindu, yang memiliki karakter kepemimpinan. Sebagai calon cendekiawan Hindu, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui, apa yang dicarinya dengan berkuliah di Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar (IHDN).

“Bukan hanya untuk mencari gelar, atau untuk mencari pekerjaan, tapi memang untuk mencari pengetahuan tentang Hindu, dan menguasai tentang Hindu,” ujar Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, saat memberi kuliah umum di hadapan Mahasisya Upanayana, IHDN Denpasar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Minggu (26/8/2018).

Pastika menyebut, dengan belajar secara benar, maka pengetahuan tentang Hindu akan menjadi kuat. Bahwa nanti, mendapat gelar atau pekerjaan, itu menjadi prioritas berikutnya. Pastika, yang juga Presiden World Hindu Parisad tersebut mengatakan, untuk menjadi pemimpin harus lebih daripada yang dipimpin.

“Pemimpin itu harus lebih pintar, lebih berani, lebih bertanggung jawab lebih jujur, lebih tahan menghadapi masalah, lebih rela berkorban, bisa memberi arah, bisa ngemong sesuai dengan tempat, waktu dan situasinya, bisa menjadi tauladan buat yang lain,” ujar Pastika yang memberikan kuliah umum dengan tema, Strategi Membentuk Karakter Kepemimpinan Generasi Muda Hindu.

Menurutnya, di dalam Hindu ada Asta Brata, yang bisa menjadi dasar pokok kepemimpinan. Keberadaanya bisa diterapkan dimanapun, ditambah dengan kemampuan lain yang menyesuaikan dengan kondisi, situasi, termasuk masa dimana pemimpin itu berada.

Dalam kuliah umum tersebut, Gubernur Pastika juga melakukan dialog interaktif dengan memanggil para mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan tanya tanya jawab seputar agama Hindu. Dengan dialog ini Pastika memberikan contoh-contoh ciri seorang pemimpin seperti keberanian, kejujuran dan kemampuan menyimak mahasiswa.

“Cara yang paling ampuh untuk menjadi pemimpin adalah pendidikan. Menurut saya pendidikan adalah kunci dari semuanya. Pendidikan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh belajar. Dan cara memimpin sebagai Gubernur berbeda dengan menjadi Rektor, berbeda dengan Presiden World Hindu Parisad, berbeda dengan Presiden BEM, tapi sifat kepemimpinan pokoknya sama,” pungkas mantan anggota polisi tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...