Pendidikan Lewat Film Tanggung Jawab Semua

Editor: Koko Triarko

236
Najeela Shihab, pendidik dan pendiri Keluarga Kita -Foto: Akhmad Sekhu
JAKARTA – Penyelesaian masalah anak, memang bukan hanya tanggung jawab guru sebagai pendidik, tapi juga orang tua di rumah dan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
“Sebagai pendidik dan setiap hari di sekolah, saya merasa tanggung jawabnya terlalu berat untuk ditanggung sendirian oleh guru dan murid yang melakukan kegiatan belajar-mengajar di sekolah,“ kata Najeela Shihab, pendidik dan pendiri Keluarga Kita, saat acara peluncuran program Skenario Cerita Anak Nusantara (Scara), di Event Space Rework fX Sudirman Lt.7, Jakarta, Selasa (28/8/2018).
Perempuan kelahiran Kota Surakarta, 11 September 1976, yang panggilan akrabnya Elaa, itu, membeberkan, bahwa tantangan anak sekolah di Indonesia sekarang ini sangat luar biasa.
“Karena ekosistemnya memang bukan ekosistem ideal, buktinya banyak yang dari sudut kompetensinya mereka di bidang literasi, kekerasan yang dialami di banyak tempat di rumah maupun di sekolah, kemampuan berpikir kritisnya tergantung lingkungan, itu tantangan anak Indonesia,” beber saudara kandung Najwa Shihab.
Sebenarnya, dalam konteks lain, kata Najeela, orang dewasa saja masih bermasalah, apalagi yang masih anak-anak. “Anak memang seringkali menjadi korban dari begitu banyak kepentingan yang seharusnya diselesaikan, sedangkan mengurusi masalah anak biasanya belakangan,” ungkapnya.
Salah satu cara kondisi terbaik untuk memberikan kondisi uang lebih ideal pada anak adalah kolaborasi antara berbagai bidang.
“Mestinya semua orang tua tahu, pemahaman tentang keluarga dengan kegiatan parenting,“ ujarnya.
Najeela yakin, pendidikan lewat film ini menjadi bagian tanggung jawab kita semua. “Apa yang ditonton anak-anak, baik di bioskop maupun di televisi itu seringkali jauh lebih ingat dari pelajaran guru di sekolah atau orang tua di rumah,“ tuturnya.
Harapan Najeela, mudah-mudahan dapat mengambil kesempatan program ini menggunakan film sebagai salah satu alat pendidikan. “Setelah itu, baik guru di sekolah dan orang tua di rumah harus bisa menjawab tantangan zaman,“ terangnya.
Najeela menyampaikan, bahwa orang tua yang hidup di zaman dulu tentu tantangannya berbeda dengan anak-anak zaman sekarang, yang lebih dikenal sebagai generasi milenial.
“Perbedaan ini berkah tersendiri, dan tentu patut disadari kita semua,” tegasnya.
Menurut Najeela, ada tiga hal dalam pendidikan parenting. Pertama, memahami anak sesuai dengan usianya. “Kedua, memahami konteks keluarga, karena banyak keluarga yang mengalami krisis berkepanjangan sampai sekarang, terakhir ketiga, memahami anak dalam proses belajarnya,“ pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...