Peneliti: Teknologi Disruptif Bisa Kurangi Jumlah Perokok

1.000
Ilustrasi -Dok: CDN
PALEMBANG – Rokok elektrik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan merupakan salah satu teknologi disruptif yang bisa menggantikan rokok konvensional.
Dewan Penasihat Himpunan Peneliti Indonesia (HIMPENINDO) yang juga merupakan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof. Dr. Erman Aminullah, M.Sc., dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Palembang, Sabtu (11/8/2018), mengatakan, pemanfaatan inovasi teknologi pada produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan jumlah perokok produk tembakau yang dibakar di Indonesia.
Erman menyebut, rokok elektrik merupakan salah satu teknologi disruptif yang bisa merusak atau menggantikan kebiasaan merokok atau konsumsi produk tembakau yang dibakar di masa datang.
Dia menjelaskan, rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dapat mengubah proses pembakaran tembakau menjadi pemanasan. Dengan berubahnya proses tersebut, maka tar sebagai senyawa paling berbahaya pada rokok dapat dieliminasi, sehingga risiko kesehatannya menjadi lebih rendah.
“Dalam perspektif teknologi disruptif, kemampuan untuk menurunkan tingkat risiko ini dapat berpotensi mengubah pola kecenderungan konsumsi perokok yang memutuskan untuk tetap merokok, agar mendapatkan produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko,” jelas Erman.
Dia mengatakan, pengembangan teknologi produk tembakau alternatif dapat memberikan opsi lain bagi perokok yang tidak dapat berhenti, untuk beralih pada produk yang setidaknya lebih minim risiko.
Erman juga mengatakan, teknologi disruptif akan mendapatkan penolakan, karena dianggap mematikan cara-cara konvensional yang sudah ada sejak lama, namun akan diterima seiring perkembangannya.
Dia mencontohkan, teknologi inovasi ojek daring yang pada awalnya banyak mendapatkan penolakan, namun mulai berkembang dengan pesat pada saat ini.
“Sepanjang didukung dengan bukti ilmiah dan penelitian yang kredibel, serta meningkatnya pemahaman perokok atas produk tembakau alternatif yang menggunakan teknologi, maka hanya tinggal waktu para perokok akan beralih ke produk tersebut,” kata Erman. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.