Penerimaan Devisa Hasil Ekspor Belum Maksimal

Editor: Satmoko Budi Santoso

922
Menko Perekonomian Darmin Nasution - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Republik Indonesia, menjelaskan, kinerja ekspor Indonesia sebenarnya bisa digenjot untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian nasional. Namun, ada sejumlah hal yang harus dibenahi atau diperbaiki untuk mewujudkan hal tersebut.

Menurutnya, upaya tersebut akan sia-sia, tidak memberikan pengaruh yang signifikan jika ternyata perolehan hasil devisa dari kegiatan ekspor tidak seluruhnya masuk ke Indonesia.

Demikian keterangan yang disampaikan Darmin Nasution, saat jumpa pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Darmin menyebut istilah, penerimaan devisa menjadi bocor. Hal tersebut terjadi karena tidak memberikan manfaat dari kegiatan ekspor ke nilai tukar. Keuntungannya belum seluruhnya masuk ke Indonesia.

Darmin mengatakan, pengertian atau istilah dalam bahasa teknis ekonomi itu bocor. “Kalau ekspor itu seharusnya memberikan tambahan tenaga untuk menunjang pertumbuhan perekonomian. Sedangkan kalau impor itu justru malah mengurangi. Jadi semacam ada yang bocor, apalagi kalau devisa tidak masuk,” jelasnya di Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Darmin menyebutkan, bahwa Devisa Hasil Ekspor (DHE) ternyata banyak yang belum masuk sepenuhnya ke Indonesia. Darmin memperkirakan sekitar 80% DHE saja yang sudah masuk ke Indonesia.

Sementara itu, sisa DHE yang mencapai 20 persen tersebut, diperkirakan belum kembali. Hal itu disebabkan karena adanya kemungkinan DHE masih ditahan oleh para pelaku ekspor atau eksportir.

Darmin menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kebocoran DHE tersebut bukan seperti dikorupsi. Darmin menjelaskan bahwa dari total sekitar 80 persen DHE yang masuk ke Indonesia, ternyata hanya 15 persen saja yang ditukar dalam bentuk Rupiah.

Sedangkan sisanya atau sekitar 65 persen masih disimpan dalam bentuk mata uang asing atau valas yang kebanyakan dalam bentuk mata uang Dolar Amerika (USD). Biasanya disimpan masing-masing dalam bentuk deposito atau giro.

Darmin menjelaskan, jika DHE tersebut langsung ditukarkan ke dalam Rupiah, maka hal tersebut akan langsung berdampak secara langsung kepada pertumbuhan perekonomian Indonesia. Jadi manfaatnya dapat langsung dirasakan saat itu juga.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.