Penertiban Taksi Gelap, tak Ganggu Pengguna Jasa Bandara Sepinggan

Editor: Satmoko Budi Santoso

236

BALIKPAPAN – Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) memastikan, semua layanan berjalan dengan baik bagi pengguna jasa transportasi udara Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, menyusul telah dilaksanakannya penertiban taksi gelap di bandara.

General Manager PT  Angkasa Pura I (Persero) Farid Indra Nugraha, mengungkapkan, dalam penertiban taksi gelap di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dipastikan tidak akan ada lagi mobil pribadi yang menjemput keluarga akan mendapatkan perlakuan yang tidak nyaman. Sehingga pihaknya pastikan semua layanan berjalan dengan baik agar kenyamanan bisa terjaga.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pengguna jasa bandara. Tidak akan ada lagi mobil pribadi yang menjemput keluarga, akan mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan,” katanya, saat memberikan keterangan kepada media terkait penertiban taksi gelap di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Jumat (10/8/2018).

Dia menyebutkan, dalam menjaga kondusivitas telah dilakukan koordinasi dan tidak lagi menyebabkan adanya perlakuan yang menghambat dan mempersulit pengguna jasa. “Kami sepakat akan mengurangi dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Pertama kami akan kembali ke kondisi semula, kemudian juga ada beberapa hal yang disepakati dengan pihak keamanan. Pelayanan jasa bandara tetap menjaga ketertiban bandara,” tegas Farid.

Dalam penertiban yang dilakukan bersama tim keamanan beberapa waktu lalu itu, sebanyak 17 unit kendaraan harus ditahan sementara. “Dari kendaraan yang ditahan sudah dikembalikan semua. Memang, ada dua unit yang masih tertahan. Itu pun karena pemiliknya belum ketemu,” sebutnya.

Ketika ditanya mengenai persaingan bisnis transportasi, dirinya menyebut, harus ada keseimbangan sehingga jasa transportasi seperti taksi Kokapura, Primkopau dan shuttle bus Kangaroo yang telah lama beroperasi di Bandara SAMS, pasarnya tidak tergerus.

“Filosofinya adalah keamanan dan ketertiban. Semua bisa berusaha di sini (Bandara SAMS) tetapi harus sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada. Intinya itu,” tandasnya.

Dalam menjalankan aturan, AP 1 berpedoman pada UU Nomor 2/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Mengenai Larangan Mengangkut Penumpang dengan Tujuan Tertentu (Taksi Gelap).

Termasuk Kepmenhub 35/2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum serta Perda Balikpapan No 7/2000 tentang Izin Angkutan Umum. “Taksi yang tak berizin menerapkan tarif dengan bebas karena tidak mengacu ke peraturan yang berlaku,” papar Farid.

Farid menambahkan, saat ini penertiban kendaraan akan dilakukan langsung oleh Aviation Security sedangkan pihak AURI melakukan back up. “Apabila terdapat perlakuan yang tidak nyaman di Bandara, pengguna jasa silakan melaporkan kepada kami melalui contact center 172 atau customer service di Bandara yang berada di area kedatangan dan keberangkatan. Kami pihak bandara akan pada kesempatan pertama menindaklanjuti hal tersebut,” tambah Farid.

Baca Juga
Lihat juga...