Pengamat: Pasar Konsumsi Ikan Dunia Bergeser ke Asia

141
Pasar ikan, ilustrasi -Dok: CDN
JAKARTA – Pengamat perikanan, Abdul Halim, memperingatkan, bahwa saat ini telah terjadi pergeseran pasar konsumsi ikan dunia dari berbagai kawasan di luar Asia.
“Sudah ada pergeseran pasar konsumsi ikan di dunia. Pusatnya tidak lagi di Eropa, Jepang dan Amerika, melainkan sudah mulai terkonsentrasi di Asia,” kata Abdul Halim, Minggu (5/8/2018).
Menurut dia, dengan mempertimbangkan kondisi geoekonomi yang dimiliki oleh Indonesia, peluang pergeseran pasar konsumsi ikan global itu juga perlu dimanfaatkan.
Ia memaparkan, caranya adalah dengan tidak lagi mengekspor barang mentah, melainkan barang olahan yang sudah siap untuk dikonsumsi.
Sementara itu, Ketua Harian Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo), Moh Abdi Suhufan, mengatakan, pembangunan infrastruktur yang komplit, semacam lokasi seperti pasar induk perikanan, sebagai sarana untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di Nusantara, patut diapresiasi.
“Dengan keterbatasan APBN, KKP tidak boleh lalai membangun infrastruktur perikanan, seperti pelabuhan perikanan, pemeliharaan pelabuhan perikanan, dan sentra kelautan dan perikanan terpadu,” kata Abdi.
Dia mengapresiasi upaya yang sedang dlakukan KKP untuk membangun semacam pasar induk perikanan yang sedang dilakukan di Muara Baru, Jakarta Utara.
Saat ini, katanya, revitalisasi Muara Baru mencakup pembangunan Pasar Ikan Terpadu dan pasar ikan grosiran di sana.
Pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru di Jakarta Utara telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pada 8 Februari 2018.
PIM Muara Baru merupakan pasar ikan pertama di Indonesia yang mengusung konsep higienis dan modern one stop shopping aneka produk perikanan. KKP akan membangun PIM di lahan seluas 22.444 meter persegi.
Tujuan dari pembangunan PIM adalah mendukung peningkatan perekonomian, produktivitas dan nilai tambah produk perikanan, mengembangkan sentra bisnis kelautan dan perikanan, dan turut berperan dalam peningkatan angka konsumsi ikan.
Menteri Susi mengatakan, dengan konsep higienis dan modern, ia ingin mengubah paradigma yang berkembang, bahwa pasar ikan selalu kumuh dan bau.
Ia juga ingin meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi pasar dan membeli ikan, sehingga dapat meningkatkan konsumsi ikan nasional. Bahkan, Susi Pudjiastuti menargetkan angka konsumsi ikan per kapita masyarakat yang telah mencapai 46,7 kg per kapita, meningkat menjadi 53 kg per kapita pada 2018.
Menurut dia, pemerintah tidak hanya akan membangun pasar ikan modern di DKI Jakarta, tetapi juga di kota besar lainnya di Indonesia. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.