Pengelolaan Sumur Minyak WK Sanga-Sanga Diambil Alih PHSS

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

178
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Syaifudin. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — 8 Agustus 2018 nanti, Pertamina akan mengambil alih produksi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Sanga-Sanga kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Sebelumnya, wilayah tersebut dikelola oleh Vico dan beralih ke Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS).

Sejak tiga tahun terakhir, produksi minyak dan gas Wilayah Kerja (WK) Sanga-Sanga, mengalami penurunan produksi. Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi mencatat, puncak produksi terjadi periode 1993 -1997 sebesar 1200 mmscfd gas + 60,000 boepd likuid.

“Vico sudah beroperasi di wilayah kerja Sanga-Sanga sejak 1974 hingga 8 Agustus 2018. Memang saat ini terjadi penurunan produksi. Hal ini tidak lepas dari sumur yang sudah tua dan tidak banyak rencana pengeboran,” papar Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Syaifudin di Balikpapan, Senin (6/8/2018).

Mulai beralihnya pengelolaan WK Sanga-Sanga ke PHSS, lanjut Syaifudin, maka yang dilakukan adalah mempertahankan produksi dengan merencanakan pemboran dua sumur di 2018 dan sekitar 29 sumur di 2019 nanti.

“WK Sanga-Sanga saat ini berada dalam fase penurunan produksi lanjut. Dari sisa cadangan minyak dan gas yang ada bagaimana kita kelola untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa dan kepentingan masyarakat setempat,” ucapnya didampingi pejabat Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul yang lama, Nasvar Nazar yang kini bertugas di SKK Migas Pusat.

Diketahui, sumur yang dikelola Vico di WK Sanga-Sanga lebih dari 250 sumur namun sebagian besar termasuk sumur tua. WK Sanga-Sanga mempekerjakan tenaga eksisting sebanyak 500 orang ditambah tenaga kontrak dari subkontraktor yang mencapai 500 orang.

Luasan mencapai 1942 Km persegi yang berada di 6 kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara yakni Kacamatan Muara Badak, Marangkayu, Sanga-sanga, Anggana, Samboja dan Muara Jawa.

Pada kesempatan sama, mantan Kepala SKK Migas Kalsul Nasvar Nazar menyebut KKKS Vico masih berminat untuk mengelola WK Sanga-Sanga karena masih cukup menjanjikan, meskipun dari sisi produksi mengalami penurunan. Namun sejak dua tahun lalu keputusan pusat akan memberikan pengelolaan kepada Pertamina.

“Vico masih sangat tertarik dan itu ada jawaban juga dari Kementerian ESDM bahwa itu akan diberikan kepada Pertamina. Waktu itu Pertamina agak lama menjawab tapi akhirnya diambilalih,” sebutnya.

Disebutkan Nasvar, saat ini produksi WK Sanga-Sanga mengalami penurunan hingga 45 persen sejak 2017 lalu.

“Mereka sudah mulai megerem penambahan sumur baru dan perawatan sumur. 2016 sudah mulai kelihatan penurunan 40 persen setelah ada kabar tidak diperpanjang. 2017 penurunan 45 persen. Jadi dari awalnya 220 mmcfd itu 2015-2016 turun drastis jadi 180. Di 2017 itu turun tajam,” tutup Nasvar.

Baca Juga
Lihat juga...