hut

Pengerjaan Tol di Batang Capai 90 Persen

Ilustrasi - Dok: CDN

BATANG – Pengerjaan ruas jalan tol Batang-Pemalang di Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sudah mencapai 90 persen. Diperkirakan jalan bebas hambatan ini bisa dilalui oleh kendaraan pada perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Kepala Hubungan Masyarakat PT. Waskita Karya, Pemalang Batang Tol Road (PBTR) Paket 4, Misbachul Huda mengatakan, saat ini pengerjaan ruas tol Batang-Pemalang tinggal melakukan penyelesaian akhir atau finishing. “Seharusnya, sesuai kontrak kerja pengerjaan proyek jalan tol sudah selesai pada Juni 2018, tetapi diundur hingga akhir Agustus 2018. Kami sedang menghadapi sejumlah masalah yang cukup kompleks sehingga pengerjaan jalan tol tidak sesuai target,” katanya, Kamis (9/8/2018).

Masalah yang kini masih dihadapi PBTR diantaranya,  masih tersisanya beberapa lahan yang belum terbebaskan dan pengerjaan akses tol atau exit tol di Kota Pekalongan. Dengan adanya perubahan desain di simpang susun Desa Cepagan, Kabupaten Batang, PT. Waskita juga harus melakukan penambahan luasan lahan. Saat ini, sudah pada proses pembebasan lahan, dan dilakukan pengukuran oleh tim appraisal.

Adapun untuk pengerjaan akses tol Kota Pekalongan yang berada di depan Pasar Setono, saat ini pada tahap pengerjaan pelebaran jalan simpang. Kondisi akses keluar tol di lokasi tersebut, tidak seperti halnya di Kabupaten Pemalang ataupun Batang.

“Akses tol di Pekalongan relatif cukup sempit sehingga harus diperlebar terlebih dulu. Untuk memperlebar jalan simpang akses tol Pekalongan ini, kami juga harus membongkar sejumlah fasilitas milik pemerintah dan swasta seperti papan reklame, penerangan jalan umum (PJU), sampai sejumlah kabel yang melintang di bagian atas maupun bawah,” tuturnya.

Sebenarnya, akses jalan Kota Pekalongan tidak masuk pada kontrak kerja PT Waskita Karya, tetapi pemkot setempat meminta dibuatkan akses jalan, dengan menyediakan lahan. “Biaya proses pembuatan akses jalan ini sekitar Rp200 miliar tersebut di tanggung PT. Waskita Karya, sedangkan Pemkot Pekalongan hanya menyediakan lahan untuk akses jalan tol, sehingga dampaknya proses pengerjakan ruas tol juga terhambat dan mundur,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!