Peningkatan Badan Jalan di Jalinsum Selesai Sebelum Idul Adha

Editor: Koko Triarko

120
LAMPUNG – Peningkatan badan jalan di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Provinsi Lampung, terus dilakukan dari ruas KM 73+300 hingga KM 74+900, dan ditarget selesai sebelum Lebaran Idul Adha 1439 H/2018.
Catur Wibowo, konsultan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Perwakilan (PUPR) Wilayah 07 Provinsi Lampung, menyebut, pengerjaan Jalinsum dilakukan bertahap sejak Februari hingga Agustus, ini.
Pengerjaan mulai penyiapan lahan, perbaikan pada titik jalan bergelombang dan berlubang. Proses tersebut dilakukan hingga Agustus, termasuk peningkatan badan jalan dari total 77 kilometer Jalinsum yang diperbaiki.
Jalinsum yang berada di bawah pengawasan P2JN, kata Catur Wibowo, mulai dari KM 10 hingga KM 87 dari wilayah Panjang Bandar Lampung hingga Bakauheni Lampung Selatan.
Catur Wibowo, Konsultan P2JN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Lampung Perwakilan Wilayah 07 [Foto:Henk Widi]
“Pengerjaan dibagi dalam beberapa segmen, di antaranya dibagi dalam lima segmen, yang sebagian sudah selesai seratus persen. Terutama di segmen satu dua wilayah Kalianda Lampung Selatan,” terang Catur Wibowo, dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (4/8/2018).
Menurutnya, peningkatan badan jalan dilakukan setelah perbaikan tahap pertama, sejak Mei hingga Juli. Beberapa titik yang sudah selesai dikerjakan, di antaranya di KM 52 sepanjang 800 meter dan KM 54 sepanjang 800 meter.
Setelah dilakukan penebalan badan di sejumlah ruas Jalinsum, pada bahu jalan akan langsung diberi batu bes A untuk menyamakan ketinggian bahu dan badan jalan.
Selain pemberian material batu bes A untuk bahu jalan, pada lima segmen dalam pengelolaan P2JN PW 07 Lampung, Catur Wibowo memastikan akan dilakukan pelebaran pada segmen dua, tiga dan empat.
Perlebaran tersebut dikerjakan dengan lebar bahu kiri jalan 1,5 meter dan bahu kiri selebar 1,5 meter. Pelebaran di sejumlah segmen tersebut menjadikan badan jalan Jalinsum saat ini menjadi selebar 9 meter menjadi 12 meter.
Pada pengerjaan Jalinsum di segmen tiga sepanjang 1600 meter, Catur Wibowo memastikan di wilayah Kecamatan Penengahan dan Bakauheni mencapai 80 persen, dengan target penebalan selesai sebelum lebaran Idul Adha.
Pengerjaan peningkatan badan jalan, dikerjakan oleh beberapa kontraktor, sehingga setiap segmen dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda.
“Peningkatan badan mayor atau menyeluruh dikerjakan sejak enam bulan silam, dan kini terus kita kerjakan bersama sejumlah kontraktor lain,” beber Catur Wibowo.
Sesuai jadwal, untuk pengerjaan peningkatan badan jalan ditargetkan selesai sebelum 13 Agustus mendatang. Setelah peningkatan badan jalan, tahap pemeliharaan akan dilakukan hingga bulan Desember hingga menjelang pergantian tahun.
Sejumlah target pemeliharaan penambalan jalan berlubang serta bergelombang saat dilalui kendaraan bertonase berat. Bagian pemeliharaan jalan akan dikerjakan oleh tim lain dari P2JN setelah jalan diberi marka.
Selama proses pengerjaan peningkatan badan jalan di beberapa segmen, Catur Wibowo mengatakan, pengguna jalan akan terganggu sementara. Namun, pihaknya sudah menyediakan rambu-rambu khusus selama pengerjaan jalan, dengan mengerahkan tim pengatur lalu lintas untuk sistem buka tutup jalan.
Agar lalu lintas lancar, sistem penebalan bahu jalan dikerjakan bergiliran, antara badan jalan sebelah kiri dan kanan, agar tetap bisa dilintasi dengan menggunakan aspal hotmix yang mudah kering.
Hasan (40), salah satu pengguna jalan menyebut, sejak dilakukan peningkatan badan jalan, Jalinsum dari Bandarlampung ke Bakauheni semakin mulus. Hanya saja, di sejumlah titik masih terdapat jalan bergelombang dan berlubang, di antaranya di wilayah Kalianda, Penengahan dan Bakauheni.
Jalan tersebut cukup membahayakan, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua yang melintas saat malam hari tanpa penerangan jalan umum memadai.
Kondisi jalan bergelombang dan berlubang tersebut terjadi setelah banyak kendaraan truk proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) membawa material batu split dan pasir.
Ia berharap, sejumlah jalan rusak tersebut segera diperbaiki, karena masih dalam tahap pemeliharaan dan menjadi tanggungjawab kontraktor. Sejumlah titik jalan bergelombang dan berlubang, di antaranya sudah diberi tanda dengan cat putih, menunggu proses perbaikan.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.