Penjualan Sepeda Onthel di Lamsel, Meningkat

Editor: Koko Triarko

1.549
LAMPUNG – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke 73 Kemerdekaan RI, permintaan sepeda kayuh atau sepeda onthel di sejumlah toko di Penengahan Lampung Selatan mengalami peningkatan.
Gunarsih (27), pedagang sepeda di pasar Pasuruan, Kecamatan Penengahan, menyebut, permintaan sepeda meningkat sejak tiga bulan terakhir. Permintaan tersebut terjadi dengan semakin tingginya hobi bersepeda di masyarakat dari anak-anak hingga orang dewasa.
Gunarsih juga menyebut meski di wilayah tersebut belum ada kegiatan kawasan bebas kendaraan bermotor (car free day), namun munculnya komunitas sepeda membuat penjualan sepeda meningkat.
Gunarsih, pengelola toko sepeda [Foto: Henk Widi]
Sejumlah kegiatan instansi pemerintah serta organisasi dengan iven sepeda gembira (fun bike), katanya, juga ikut mempengaruhi kenaikan penjualan sepeda. Semula, dalam satu bulan ia hanya bisa menjual 10 unit sepeda per pekan, kini bisa menjual lebih dari 15 unit per pekan.
“Konsumen umumnya anak sekolah yang sedang tren menggunakan sepeda, ditambah beberapa kegiatan perlombaan sepeda hias serta sepeda santai yang digelar untuk menyemarakkan suatu kegiatan,” terang Gunarsih, saat ditemui Cendana News, Sabtu (11/8/2018).
Gunarsih menjual beberapa jenis sepeda dan merk. Gunarsih mencatat, penjualan sepeda gunung terbilang cukup meningkat dengan kondisi wilayah perbukitan di Lampung Selatan. Jenis sepeda lain yang diminati masyarakat, di antaranya roling atau kereta bayi, hingga anak usia satu tahun dengan empat roda seharga Rp250.000 hingga Rp450.000.
Jenis sepeda lain yang dijual, di antaranya untuk usia TK hingga SD, dengan harga mulai Rp750.000 hingga Rp850.000, dan  sepeda untuk orang dewasa dengan harga Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.
Gunarsih menyebut, jenis sepeda yang dijual diakuinya menyesuaikan dengan permintaan dan daya beli masyarakat di wilayah tersebut. Khusus untuk sepeda dengan spesifikasi khusus, ia hanya menyediakan brosur dan contoh dan akan dikirim saat ada pemesan.
“Jenis sepeda yang dijual di toko memang menyesuaikan dengan daya beli konsumen di sini, tidak ada sepeda yang harganya di atas dua juta,” terang Gunarsih.
Gunarsih juga menyebut, selain berbagai jenis sepeda, ia juga menyediakan berbagai aksesoris serta onderdil sepeda. Beberapa kebutuhan sepeda tersebut, di antaranya  rantai, ban, sadel hingga aksesoris lain seperti keranjang, lampu warna-warni, tutup pentil variasi serta cat warna sepeda.
Bagi sejumlah penggemar sepeda, kerap hanya mengganti beberapa bagian sepeda serta aksesoris.
Jelang peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, sejak awal Agustus, Gunarsih menyebut tren penjualan sepeda dan aksesoris kian meningkat. Memiliki satu pekerja yang bisa melakukan reparasi serta pemasangan peralatan sepeda, sejumlah konsumen kerap membawa sepeda untuk direparasi dengan perbaikan gir, rantai serta mengganti ban dalam dan ban luar.
Permintaan perbaikan sepeda bahkan sudah terjadi sejak sepekan sebelum peringatan HUT RI.
Menurut Gunarsih, dibandingkan momen peringatan HUT Kemerdekaan RI sebelumnya, penjualan sepeda dan aksesoris lebih banyak tahun ini. Kemeriahan serta kegiatan yang dilakukan di sejumlah desa, menjadi faktor penyebab tren penjualan sepeda dan aksesorisnya meningkat.
Hendra (34), salah satu warga mengaku membeli sepeda baru untuk anaknya yang akan mengikuti kegiatan sepeda santai dengan beragam hadiah hiburan menarik.
Selain Hendra, salah satu anggota komunitas Sepeda Santai Sragi (KS3), Susilo (32), juga menyebut kegiatan bersepeda semakin diminati berbagai kalangan. Iven-iven kecamatan hingga provinsi, bahkan sudah diikuti oleh komunitas sepeda yang berimbas peningakatan penjualan sepeda di beberapa toko sepeda.
Beberapa jenis sepeda rata-rata berharga Rp2 juta, bahkan ada yang mencapai Rp10 juta. “Semakin banyak komunitas sepeda, permintaan sepeda dan aksesorisnya pasti akan meningkat,” beber Susilo.
KS3, kata Susilo dengan anggota sekitar 45 orang, sebagian juga  membutuhkan peralatan helm, sepatu khusus sepeda, pelindung tangan dan kaki hingga botol air minum.
Berbagai kebutuhan tersebut diakuinya kerap dibeli di toko sepeda yang menyediakan perlengkapan olaharga sepeda. Permintaan semakin meningkat menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, dengan kegiatan sepeda santai yang diselenggarakan sebagai pengisi kemeriahan.
Baca Juga
Lihat juga...