Penyaluran Vaksin MR di Mukomuko, Bertahap

179
Imunisasi, ilustrasi -Dok: CDN
MUKOMUKO – Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan, penyaluran vaksin Measles Rubella untuk 54.208 anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun yang menjadi sasaran imunisasi campak dan rubela di daerah itu, dilakukan bertahap.
“Kami belum menerima seluruh vaksin MR untuk puluhan ribu anak yang menjadi sasaran imunisasi MR dari pemerintah provinsi. Kemungkinan penyalurannya dilaksanakan secara bertahap,” kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Mukomuko, Nen Widiyarti, di Mukomuko, Minggu (5/8/2018).
Dinas Kesehatan setempat menargetkan 95 persen dari 54.208 anak di daerah itu mendapatkan imunisasi MR untuk mencegah penyakit campak dan rubela.
Hingga kini, tercatat 599 anak yang berusia sembilan bulan hingga 15 tahun tersebar di tujuh dari 15 kecamatan di daerah itu, telah mendapatkan imunisasi MR. Sebanyak tujuh dari 17 puskesmas di daerah itu juga telah melaksanakan imunisasi MR terhadap 599 anak.
Ia menyatakan, dari ratusan anak yang telah mendapatkan imunisasi MR, belum ada keluhan terkait adanya dampak negatif yang dialami anak-anak warga setempat.
Kalaupun ada, anak yang sudah diimunisasi MR mengalami gejala mual, katanya, kemungkinan karena pengaruh efek samping ringan. Efek samping itu tidak membahayakan anak.
Ia menjelaskan, bisa saja anak yang mengalami efek samping itu, karena belum makan pada pagi hari atau dalam keadaan sakit. Untuk anak yang sakit, pemberian imunisasi harus ditunda terlebih dahulu, sampai anak sehat.
Ia menjelaskan, penyakit campak dan rubela, yakni infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak dan rubela atau yang belum pernah mengalami penyakit itu berisiko tertular.
Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk, dan bahkan kematian, sedangkan rubela berupa penyakit ringan pada anak, tetapi bisa menulari ibu hamil pada tiga semester pertama awal kehamilan. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...