Peran Perguruan Tinggi Dinilai Penting dalam Pembangunan Pedesaan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

445

MALANG — Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDTT), Anwar Sanusi Ph.D menyebutkan, Perguruan Tinggi (PT) memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan di pedesaan.

“Mengkritik tidak masalah, karena kita ingin pembangunan desa secara konsep benar dan secara praktek juga bisa dilaksanakan. Sehingga kami ingin perguruan tinggi bisa memberikan dukungan untuk program-program yang dilakukan Kemendes PDTT,” ucapnya saat menghadiri International Conference Rural Development (ICRD) di Malang, Selasa (7/8/2018).

Menurut Sanusi, pihaknya saat ini sudah memiliki semacam Payung Organisasi yang disebut dengan Forum Perguruan Tinggi Untuk Desa yang difokuskan untuk membangun desa.

Hingga saat ini, secara nasional sudah terdapat 84 PT yang tergabung, termasuk Universitas Brawijaya (UB). Jumlah tersebut masih dinamis sehingga dapat terus bertambah.

“Memang dari sisi jumlah 4.000 perguruan tinggi yang ada kita harus memilih perguruan tinggi yang memang selama ini memiliki konsen dalam membangun pedesaan. Seperti halnya UB yang memiliki Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM),” terangnya.

Dikatakan Sanusi, dari 84 perguruan tinggi tersebut tentunya memiliki banyak sekali mahasiswa. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), menjadi satu instrumen untuk mempercepat pembangunan desa.

“Bayangkan setiap KKN pasti ada ribuan mahasiswa yang pergi ke desa. Mereka dibekali dengan pengetahuan sehingga ketika berangkat bukan hanya main-main, tetapi juga melihat problem di masyarakat desa,” ucapnya.

Mahasiswa diajari bagaimana cara mengelola masalah dan memecahkan masalah. Sehingga setelah kembali, akan menimbulkan memori yang cukup dalam, terutama kecintaan terhadap masyarakat desa.

Sementara itu ketua penyelenggara, Prof. Dr. Maryunani,SE.,MS. yang juga menjabat sebagai ketua Pusat Studi Pembangunan Desa Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masayarakat Universitas Brawijaya menyampaikan, tema besar dalam acara ICD kali ini adalah Pembangunan yang Berkelanjutan untuk Desa.

Menurutnya tema tersebut sengaja diambil karena selama ini desa itu sebagai tempatnya sumberdaya alam yang sebelum ada dana desa belum dikelola dengan baik.

“Karena kalau sumberdaya alam itu tidak dikelola dengan baik maka akan semakin habis, semakin rusak. Generasi yang akan datang tidak kebagian apa-apa. Ini yang menjadi kekhawatiran kami sehingga seminar ini dilaksanakan,” ucapnya.

Melalui acara ini pihaknya juga ingin mendapatkan masukan pendapat dari para pembicara agar dapat menindaklanjuti berbagai masalah yang ada khususnya terkait pembangunan pedesaan.

Baca Juga
Lihat juga...