Pertamina Kalimantan Pasang Sistem Peringatan Dini pada Pipa Bawah Laut

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.402

BALIKPAPAN — Pertamina mengklaim pendistribusian minyak mentah dari Lawelawe ke kilang pengolahan tidak mengalami gangguan. Meski saat ini pihaknya masih dalam proses perbaikan pasca patahnya pipa di dasar laut Perairan Teluk Balikpapan, akibat terseretnya jangkar kapal MV ever Judger pada 31 Maret 2018 lalu.

GM Pertamina RU V Kalimantan, Fery Yani menjelaskan, tidak terganggunya operasional karena masih ada beberapa pipa bawah laut yang mendistribusikan minyak mentah ke areal kilang pengolahan.

Disebutkan juga, pihaknya juga memasang sistem peringatan dini pada pipa minyak yang sedang dalam perbaikan.

“Pipa yang diperbaiki diameternya 20 inchi. Apabila selesai maka saat itu juga sistem peringatan dini beroperasi,” ucapnya Rabu, (1/8/2018).

Fery mengharapkan perbaikan tuntas pada awal 2019 mendatang. Sedangkan untuk tujuh sanksi yang dijatuhkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah dijalankan Pertamina.

“Memang ketentuan di KLHK, siapa pun perusahaan yang memiliki polutan, wajib bertanggung jawab dulu. Terlepas apakah memang perusahaan itu bersalah atau tidak,” tandasnya.

Untuk diketahui, KLHK menjatuhkan tujuh sanksi administratif kepada Pertamina atas insiden tumpahan minyak dan terbakar di Teluk Balikpapan pada 31 Maret lalu. Sehingga menyebabkan hilangnya lima nyawa manusia dan mencemari ekosistem mangrove seluas 270 hektare.

Selain itu, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR pada 16 April 2018 lalu, terungkap sejumlah kesalahan dalam sistem pipa Pertamina, antara lain tidak terdapatnya sistem pemantauan pipa otomatis dan sistem peringatan dini.

Baca Juga
Lihat juga...