Pertamina: TBBM Maumere Diharap Wujudkan Keadilan Energi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.082

MAUMERE — Proyek pengembangan terminal bahan bakar minyak (TBBM) Maumere diharapkan dapat mendorong perekonomian di wilayah sekitar. Pembangunan yang menghabiskan anggaran Rp450 Miliar juga digadang menjadi salah satu kunci untuk menyukseskan keadilan energi.

“Tujuan pembangunan untuk menyukseskan program pemerintah penerapan BBM satu harga. Keadilan energi itu menjadi sasaran utama dengan adanya pengembangan infrastruktur BBM dan elpiji,” ungkap Gandhi Sriwidodo, Direktur Logistik, Supplay Chain dan Infrastruktur PT. Pertamina di Maumere, Kamis (2/8/2018).

Disebutkan, TBBM ditujukan agar masyarakat di wilayah timur dan barat mendapatkan harga dan ketersediaan BBM dan Elpiji yang sama, sesuai sila ke lima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Diterangkan, selama ini elpiji didatangkan dari Surabaya. Dengan adanya pembangunan terminal elpiji di Kupang akan memudahkan supply ke wilayah Flores dan sekitarnya.

“Nanti juga TBBM Maumere dapat menjadi terminal elpiji agar masyarakat lebih mudah membeli dan harganya terjangkau,” sebutnya.

Yunida Pollo
Ir.Yunida Pollo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sikka. Foto : Ebed de Rosary

Sementara itu, terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek TBBM Maumere, khusus tangkinya sudah dikerjakan sementara pembangunan dermaganya sedang diurus oleh dinas Lingkungan Hidup provinsi NTT.

“Untuk pembangunan dermaga, Amdalnya sudah diurus di provinsi. Kerangka acuan sedang disusun dan setelah itu baru masuk ke tahap penyusunan Amdal, Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan,” sebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sikka Ir. Yunida Pollo.

Lokasi untuk dermaga, sebut Yunida, merupakan tanah tumpang yang terbentuk akibat batuan endapan, tanah dan sendimen lainnya yang terbawa banjir dari ketinggian selama bertahun-tahun, sehingga membentuk daratan. Total luas lahan tersebut sekitar tiga hektare.

“Tentunya dampak yang ditimbulkan akan jadi perhatian serius terutama mencegah agar tidak terjadinya ledakan tangki dan tumpahan BBM di dermaga. Ini yang harus jadi prioritas dampak negatif terhadap lingkungan selain keamanan,” sebutnya.

Selain itu, jelas Yunida, areal kawasan laut yang dipergunakan untuk membangun dermaga berada di luar kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere dan telah disurvey sehingga mendapat izin dari BKSDA NTT.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.