Pesisir Selatan Bangun Pembangkit Listrik Mikrohido

Editor: Satmoko Budi Santoso

471
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni/Foto: M. Noli Hendra

PESISIR SELATAN – Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan kapasitas energi sebesar 13,4 MegaWatt (MW) yang ada di Kenagarian Palangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kebupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mulai dibangun.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, perusahaan yang mengerjakan PLTMH itu yakni PT Dempo Sumber Energi dengan nilai proyek Rp 270 miliar. 13,4 MW energi yang ada di Palangai Gadang itu, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Harapan masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan untuk mendapatkan pasokan energi listrik yang memadai sepertinya akan segera terkabul, karena pengerjaan PLTMH segera dilakukan,” katanya, Senin (6/8/2018).

Menurutnya, sektor energi merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat. Melalui investasi itu, diharapkan kebutuhan masyarakat terhadap daya listrik bisa terjawab. Hal ini dikarenakan selama ini, pasokan listrik dari PLN bisa dikatakan keterbatasan daya.

“Tidak dapat dipungkiri persoalan listrik padam sering terjadi di Pesisir Selatan. Maka dengan adanya investasi untuk pemanfaatan PLTMH sangat diharapkan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Pesisir Selatan memang sudah lama menunggu adanya investor untuk mampu mengelola potensi PLTMH yang ada. Untuk itu, dengan telah terjawabnya harapan selama ini terkait tambahan pasokan listrik, kepada masyarakat diharapkan dapat mendukung dan mendorong kelancaran pembangunan supaya bisa cepat diselesaikan.

“Kalau nantinya PLTM itu berfungsi, akan banyak keuntungan yang didapatkan. Karena tanpa dukungan sumber energi yang memadai, perkembangan investasi akan menjadi lambat dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, Presdir PT Dempo Sumber Energi, Angga Septian, mengatakan, pihaknya memang memiliki komitmen dalam melakukan investasi bidang kelistrikan di daerah Pesisir Selatan dalam membantu masyarakat mengatasi krisis energi.

“Investasi bidang kelistrikan melalui pembangunan PLTMH ini, akan dilakukan pada lahan seluas 20,5 hektare di Nagari Palangai Gadang Kecamatan Ranah Pesisir. Nilai investasinya mencapai Rp 270 miliar. Diperkirakan pengerjaan ini bisa tuntas dengan target paling lama tiga tahun,” ucapnya.

Menurutnya, dengan tuntasnya pembangunan PLTMH tersebut, maka pasokan listrik untuk kebutuhan masyarakat yang ada di Pesisir Selatan akan terpenuhi. Sehingga persoalan sering terjadinya pemadaman listrik, bisa diatasi.

Angga menyebutkan, dengan adanya total daya listrik dari PLTMH di Palangai Gadang yang akan dihasilkan sebesar 13,4 MW itu, akan membuat pasokan listrik akan bertambah. Direncanakan akan dibangun dua pembangkit, di antaranya pembangkit dari hulu sebesar 9,8 MW, dan pembangit hilir 3,6 MW.

Terkait kondisi potensi panas bumi atau geothermal di Sumatera Barat, hingga kini bisa dikatakan masih belum termanfaatkan dengan optimal. Tercatat ada 16 titik potensi geothermal yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Seperti yang dikatakan oleh, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, potensi panas bumi tersebut bisa dimanfaatkan untuk energi pembangkit listrik. Sampai saat ini hanya sebagian kecil potensi geothermal yang bisa terkelola. Tercatat geothermal di Kabupaten Solok Selatan dan kabupaten Solok yang sudah bisa dimanfaatkan keberadaannya.

“Kebanyakan potensi geothermal yang ini berada di daerah kawasan hutan lindung. Setidaknya ada sekira 60 persen keberadaan potensi geothermal di Sumbar ini, di hutan lindung,” kata Irwan.

Di Sumatera Barat, pembangkit listrik yang ada saat ini, baru Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Keberadaan PLTA di Sumatera Barat ada di Maninjau dan Singkarak. Pembangkit listrik lain yang ada adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH).

Keberadaan pembangkit listrik dengan tenaga air tersebut memanfaatkan potensi sungai di Sumbar terbilang cukup banyak.

Meskipun listrik di Sumbar terbilang produksinya surplus, dari catatan Irwan, masih ada daerah yang mengalami kekurangan listrik. Daerah yang tercatat belum maksimal pasokan listriknya ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Dari kebutuhan listrik di Sumatera Barat sebesar 460 MW, saat ini Sumatera Barat punya daya dari seluruh pembangkit sekitar 760 MW. Artinya, kondisi ini membuat kita surplus sebesar 300 MW,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...