Petani Bawang Berharap Debit Air Irigasi Kalibawang Dinaikkan

1.478
Saluran irigasi, ilustrasi -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Petani di Desa Srikayangan dan Demangrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, meminta pemerintah setempat menaikkan debit air saluran Irigasi Kalibawang dari standar lima meter kubik per detik, agar dapat menanam bawang merah sebelum akhir Agustus 2018.
“Kalau debit Irigasi Kalibawang di bawah lima meter kubik per detik, maka lahan bawang merah seluas 200 hektare di Desa Srikayangan dan Demangrejo terancam tidak bisa tanam,” kata petani bawang merah Desa Srikayangan, Murjono, di Kulon Progo, Sabtu (11/8/2018).
Ia mengatakan, debit lima meter kubik per detik habis dimanfaatkan petani di Kecamatan Kalibawang dan Nanggulan. Air dari Irigasi Kalibawang masuk ke wilayah Kecamatan Sentolo pada pertengahan September. Artinya, petani tidak bisa menanam bawang merah.
“Kami berharap, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) berkoordinasi dengan BBWSSO, supaya menaiKkan debit air saluran irigasi supaya sampai di tingkat petani Sentolo sebelum September,” harapnya.
Salah satu anggota Komisi Irigasi Kulon Progo, Hadi Prayitno, mengatakan pembukaan pintu air saluran irigasi Kalibawang yang belum berdampak pada persawahan di area Sentolo.
Ia mengatakan, permasalahan kekurangan air pertanian di Nanggulan, Senotolo dan sekitar saluran irigasi Kalibawang, bakal dibahas Komisi Irigasi Kulonprogo, Rabu (15/8) mendatang. Agenda rapat utama ialah pembagian  saluran air Kalibawang, agar seluruh petani terdampak mendapatkan pelayanan air.
“Sorotan utama dalam sidang komisi air tersebut ialah jadwal pembagian air. Permasalahan kemampuan pembukaan debit yang lebih kecil ketimbang perkiraan awal, membuat pihaknya harus betul-betul menjadwalkan pembukaan pintu air kecil agar semua dapat terlayani,” katanya.
Sementara Petugas Operasional dan Pemeliharaan Saluran Irigasi Kalibawang DPUPKP Kulon Progo, Basito, menyatakan pihak kontruksi perbaikan jembatan Talang Bowong sedang berkoordinasi, agar pemanfaatan jembatan darurat dapat dimaksimalkan. Ia sendiri tidak mau akibat dibukanya debit terlalu besar malah membuat jembatan rusak.
“Konstruksi bergeser, jadi lebih kecil dari dua meter kubik per detik. Rencana pertengahan bakal empat kalau konstruksi telah dibenahi, jadi sambil evaluasi,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...