Petani di Bangka Tengah Diminta Tingkatkan Produksi Lada

772
Lada, ilustrasi -Dok: CDN
KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendorong para petani setempat meningkatkan produksi lada, sebagai upaya mengimbangi harga komoditas unggulan tersebut yang terus anjlok dalam beberapa bulan ini.
“Kami tidak bisa intervensi harga, karena ini terkait pasar lada dunia, dan yang bisa dilakukan petani adalah terus meningkatkan produksi untuk mengimbangi anjloknya harga,” kata Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh, di Koba, Minggu (12/8/2018).
Ia menjelaskan, anjloknya harga lada dalam beberapa bulan ini karena berbagai sebab, di antaranya panjangnya mata rantai penjualan lada di daerah itu.
“Selama ini, petani menjual lada kepada tengkulak dan pedagang pengepul lada dengan harga yang sangat murah, maka mata rantai penjualan yang panjang tersebut mesti dipangkas dengan menjual lada langsung kepada pengguna lada,” katanya.
Ia menjelaskan, menjual lada langsung kepada user tentu harganya lebih tinggi dibanding kepada tengkulak dan agen. Selama ini, para petani menjual hasil panen lada mereka kepada tengkulak, dan agen dengan harga rendah.
“Para petani lada jangan terlalu memikirkan anjloknya harga lada, terus tingkatkan produksi. Kendati harga murah, tetapi kalau produksinya sudah banyak tentu tidak begitu terasa rendahnya harga,” katanya.
Ia mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi lada petani di daerah itu, di antaranya penyaluran bibit unggul, peralatan pendukung, penyuluhan dan menyarankan petani menggunakan junjung hidup.
“Sekarang, rata-rata produksi lada petani hanya 0,67 ons per batang, ini harus terus ditingkatkan, minimal bisa mencapai satu kilogram per batang,” katanya. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.