PMI: Pemulihan Korban Pascabencana Lombok Harus Masif

Ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Pemulihan korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dari trauma harus dilakukan secara masif. Hingga saat ini, masih banyak korban gempa lombok yang dalam kondisi trauma, dan masih enggan untuk pulang ke rumah.

“Dengan banyaknya korban yang trauma, maka proses pemulihan perlu dilakukan secara masif,” kata Kepala Sub Tanggap Darurat Bencana PMI Pusat, Ridwan Sobri Carman dalam acara bincang-bincang bertema Lombok, Status Bencana dan Kita di Jakarta, Sabtu (25/8/2018).

Warga masih khawatir, karena setiap hari ada gempa susulan yang mereka rasakan. Sementara jika gempa susulan terus terjadi, maka trauma akan semakin mendera. Untuk itu, proses rehabilitasi secara psikologis, bagi para korban gempa Lombok perlu diperhatikan dan dilakukan dengan seksama. “Bantuan dari sisi psikologis untuk pascabencana, prosesnya harus menjadi kepedulian bersama untuk ditangani,” tandasnya.

Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wisnu Wijaya menyampaikan, situasi di Lombok saat ini sedang dalam masa transisi, dari tanggap darurat ke masa pemulihan. “Saat ini saya melihat saatnya kita bangkit kembali untuk memperbaiki rumah-rumah, melakukan rehabilitasi, dan renovasi. Saat ini masa transisi dari darurat ke pemulihan,” kata Dia.

Menurut Wisnu, situasi di Lombok sudah mulai membaik. Sudah tidak ada penambahan kerusakan rumah. Namun, sejauh ini diperkirakan lebih dari 76.000 rumah rusak di Lombok akibat gempa. Selain itu, penyaluran bantuan-pun terus dilakukan secara sistematis, agar bantuan dapat tersalur merata.(Ant)

Lihat juga...