PMI Sleman Diminta Bisa Menyesuaikan Zaman

146
Ilustrasi -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Bupati Sleman, Sri Purnomo, meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman mampu menyesuaikan diri dan menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Dengan kegiatan Jumpa Bakti Gembira dan Temu Karya Relawan (Jumtek) ini, PMI Sleman dapat terus menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan ke depan,” kata Sri Purnomo, saat membuka Jumtek PMI Sleman di komplek Youth Center, Bolawen, Tlogoadi, Mlati Sleman, Sabtu (4/8/2018).
Bupati Sleman mengaku bangga atas diselenggarakannya kegiatan tersebut. Karena acara yang digagas oleh PMI Sleman tersebut baru pertama ini dilaksanakan di Kabupaten Sleman.
“Diharapkan, para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ke depan, PMI Kabupaten Sleman mempunyai keterampilan yang lebih mumpuni,” katanya.
Sri Purnomo juga mengaku bangga dengan banyaknya relawan PMI di Kabupaten Sleman, dan berharap PMI Sleman dapat terus menjaga profesionalitasnya dalam menjalankan tugas-tugasnya, serta siap menolong siapa pun saat dibutuhkan.
“PMI Sleman harus memiliki dedikasi, profesional, ikhlas, tidak melihat latar belakang siapa yang kita tolong,” katanya.
Ketua Panita Jumtek PMI Sleman, Trijoko Saptono, mengatakan, bahwa konsep Jumtek PMI Kabupaten Sleman 2018 merupakan perpaduan manajemen Pembinaan Palang Merah Remaja dan Penerapan Manajemen Tanggap Darurat dan Manajemen Barak Pengungsian.
“Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk kegiatan pembinaan yang mempertemukan anggota PMR untuk saling berbagi, mengevaluasi, dan meningkatkan pengetahuan untuk mendukung kapasitas organisasi dan pelayanan PMI,” katanya.
Ia mengatakan, Jumtek tahun ini bertemakan Kesiapsiagaan Bencana, untuk mengantisipasi status Waspada Gunung Merapi.
“Di dalamnya berisi kegiatan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia PMI Kabupaten Sleman,” katanya.
Ketua PMI Kabupaten Sleman, Dr. Sunartono, M.Kes, mengatakan maksud dan tujuan kegiatan tersebut ialah untuk membangun karakter generasi muda yang peduli sesama dan berwawasan tanggap bencana.
“Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan ruang lebih yang positif bagi generasi muda,” katanya.
Ia berharap, pada akhirnya seluruh peserta mempunyai empati lebih terhadap nilai kemanusiaan dan pengetahuan tentang tanggap darurat.
“Kegiatan tersebut juga selaras dengan kebijakan Pemda Sleman tentang pembinaan generasi muda,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung 3 hingga 5 Agustus ini diikuti oleh 706 peserta yang terbagi dalam tiga kelompok, yakni peserta inti, pendamping, dan peserta peninjau.
Peserta inti terdiri dari Palang Merah Remaja (PMR) SD, SMP, dan SMA sebanyak 682 orang, anggota Korps Sukarela (KSR) yang berjumlah 40 orang, dan Tenaga Sukarela (TSR) sebanyak 75 orang.
Peserta Pendamping terdiri dari Sekretaris Camat, Kepala Unit Pelayanan Teknis Kecamatan dan Pengurus PMI Kecamatan sebanyak 51 orang.
Ada pun peserta peninjau terdiri dari Perwakilan PMI Kab/Kota se DIY, Tagana, dan Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman yang berjumlah 30 orang. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...