Polisi Tangkap Terduga Teroris Jaringan Santoso di Sulsel

1.093
Ilustrasi -Dok: CDN
MAKASSAR – Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, bersama Polda Sulawesi Selatan, berhasil meringkus empat jaringan teroris Santoso di dua kabupaten berbeda di Sulsel.
“Hari Jumat (10/8) itu anggota Densus 88 Antiteror bersama anggota Densus di Polda Sulsel serta Polres Bone dan Luwu Timur bersama-sama mengamankan empat jaringan teroris,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, di Makassar, Sabtu (11/8/2018).
Empat orang anggota jaringan teroris Santoso yang diamankan, yakni berinisial B dan M yang diringkus di wilayah Luwu Timur (Lutim). Dua lainnya, R dan I diringkus di Kabupaten Bone, Sulsel.
Kombes Dicky mengatakan, penangkapan terhadap empat orang anggota jaringan teroris Santoso itu dilakukan setelah anggota mengetahui keberadaannya, termasuk rencana aksi dan barang bukti bahan peledaknya.
Untuk barang bukti yang diamankan polisi, yakni bahan peledak (handak) sebanyak 15 kilogram. Bahan peledak ini disimpan di antara pupuk urea untuk mengelabui polisi dan masyarakat. “Ini bahan peledak mau digunakan untuk meledakkan beberapa tempat di Indonesia,” katanya.
Dicky mengatakan, usai penangkapan terhadap keempat orang jaringan teroris Santoso ini, anggota Densus 88 Antiteror selanjutnya akan membawanya ke Mabes Polri untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Apalagi, keempat jaringan teroris Santoso ini, lanjut Kombes Dicky, merupakan anggota aktif dan terlibat dalam beberapa aksi sejak tahun 2010.
Menurut mantan Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau itu, keempatnya anggota aktif yang berada di wilayah pegunungan Sulawesi Tengah bersama dengan Santoso.
“Santoso itu punya banyak anggota aktif, dan ini merupakan pendukungnya, sedangkan simpatisan-simpatisan adalah warga setempat. Yang ditangkap pendukung,” ucapnya. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.