Prajurit Pemelihara Perdamaian di Lebanon Diserang

725
Perserikatan Bangsa Bangsa - Foto: Ist/Dokumentasi CDN

NEW YORK – Dewan Keamanan (DK) PBB mengutuk aksi serangan terhadap prajurit pemelihara perdamaian PBB di Lebanon Selatan pada 4 Agustus lalu. PBB juga menyerukan agar dilakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

Dalam serangan di dekat Kota Kecil Majdal Zun, prajurit pemelihara perdamaian diancam dengan penggunaan senjata tidak sah. Beberapa kendaraan dibakar, dan perlengkapan serta senjata pasukan pemelihara perdamaian disita. Anggota DK PBB menggaris-bawahi, perlunya melakukan penyelidikan yang dapat dipercaya, untuk memastikan kondisi sesungguhnya serangan tersebut.

Anggota DK PBB juga menyerukan, perlunya semua pihak untuk menjamin keamanan personel pasukan pemelihara perdamaian, atau UNIFIL. “Jaminan kebebasan bergerak mereka sepenuhnya dihormati dan tak dihalangi,” bunyi keterangan pers dari DK PBB, Jumat (10/8/2018).

Anggota DK PBB juga memuji kerja sama UNIFIL, dengan Pasukan Bersenjata Lebanon (LAF), untuk memperluas kekuasaan Pemerintah Lebanon atas seluruh wilayah Lebanon. PBB kembali mengingatkan, LAF adalah satu-satunya pasukan bersenjata yang sah di Lebanon.

Mereka menegaskan, tidak boleh ada senjata atau pemerintah di Lebanon selain yang dimiliki oleh negara Lebanon. Tidak ada pasukan asing di Lebanon, tanpa izin pemerintahnya. Dan tidak ada penjualan, atau pasokan bahan yang berkaitan dengan senjata ke Lebanon, kecuali yang disahkan oleh pemerintahnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.