Priyo: Bacaleg Bermasalah akan Ditarik dari Pencalonan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

990

JAKARTA — Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso menyebutkan, seluruh bacaleg dari partai Berkarya bersih dari kasus narkoba, maupun mantan pidana korupsi.

“Mudah-mudahan tidak kecolongan, jika ada bacaleg dari partai Berkarya yang oleh KPU ditetapkan bermasalah, maka partai Berkarya akan menarik bacaleg tersebut,” sebut Priyo di kantor DPP Partai Berkarya, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Disebutkan, partai Berkarya telah melakukan verifikasi perbaikan pendaftaran dari 575 bacaleg kepada KPU. Selanjutnya tingga menunggul pengecekan keabsahan persyaratan oleh KPU.

Diterangkan, pihaknya belum dapat memastikan bacaleg yang diajukan sepenuhnya lolos pemberkasan dan persyaratan.

“Kita tunduk dan patuh terhadap apa yang telah ditetapkan KPU. Walaupun persyaratan tidak mudah, saya berharap 575 bacaleg dari partai Berkarya lolos,” katanya.

Sementara itu, Tommy Soeharto, Titiek Soeharto, dan juga dirinya juga ditugaskan untuk ikut serta dalam pencalonan legislatif DPR RI. Dapil Papua nomor urut 1 untuk Tommy Soeharto, dapil Yogyakarta nomor urut 1 untuk Titiek Soeharto, dan dapil Jatim 1 nomor urut 1 untuk dirinya.

Kehadiran petinggi partai untuk menambah caleg-caleg unggulan. Sebagian besar merupakan public figure, tokoh-tokoh nasional, artis, dan mantan anggota DPR RI dari beberapa partai yang kini bergabung ke partai Berkarya.

Terkait pendaftaran Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, partai masih menunggu hingga menit-menit terakhir. Jika hakim mahkamah konstitusi memberikan keputusan presidential threshold nol persen, maka Berkarya mengusulkan H. Hutomo Mandala Putra sebagai calon Presiden.

“Jika memang itu terjadi, kita akan mencalonkan Tommy sebagai calon Presiden. Kalkulasi kami tentu koalisi dan pengkutuban yang saat ini terjadi tentunya akan menarik diri untuk selanjutnya mereka akan mencalonkan dari partai mereka masing-masing untuk maju menjadi kontestan capres,” ucapnya.

Namun dikatakan Priyo, saat ini Tommy menghargai dan menghormati keputusan Ijtima ulama dan tokoh-tokoh Nasional yang beberapa waktu lalu mengadakan pertemuan.

“Waktu yang tersisa mungkin hanya tinggal lima hari, mau tidak mau, suka atau tidak suka, mahkamah konstitusi memutuskan atau belum memutuskan, partai Berkarya akan membuka kartunya siapa yang akan diusung atau didukung,” katanya lagi.

“Tentunya kriteria yang diinginkan dari capres dan cawapres nanti yakni yang dapat menyelamatkan negara ini dari kehancuran, kebangkrutan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...