Produksi Sapi di Kulonprogo tak Cukupi Kebutuhan Kurban

202
Ilustrasi sapi - Dok: CDN
YOGYAKARTA – Produksi sapi di Kabupaten Kulonprogo, tidak mencukupi kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha 2018, karena populasi tidak meningkat.
“Melihat populasi sapi saat ini, kami pastikan produksi sapi di Kulonprogo, tidak mampu memenuhi permintaan sapi kurban,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Nur Syamsu Hidayat, di Kulon Progo, Sabtu (4/8/2018).
Ia mengatakan, produksi sapi Kulon Progo banyak dijual ke daerah lain, saat sapi masih pedet dan sapi siap kawin. Peternak lebih suka melakukan pembesaran dibanding mengembangkannya. Selain itu, banyak sapi luar yang masuk ke Kulonprogo, seperti dari Boyolali, Kebumen, dan Purworejo, serta Gunung Kidul.
“Kami tidak bisa melarang mereka untuk tidak menjual sapi. Selain itu, sirkulasi penjualan sapi sangat cepat, khususnya di Pasar Hewan Pengasih,” katanya.
Namun demikian, Nur Syamsu mengatakan pada akhir 2017, populasi sapi potong di Kulonprogo sebanyak 51.047 ekor, dan populasi kambing PE 91.811 ekor.
Namun dalam perkembangannya, populasi sapi saat ini mengalami peningkatan, meski persentasenya sedikit dibandingkan pada 2014 sebanyak 49.522 ekor, 2015 sebanyak 49.866 ekor, dan 2016 sebanyak 49.851 ekor per Oktober.
“Pada 2011-2013, populasi sapi di Kulonprogo, terendah, karena terkena dampak impor sapi. Pada tahun tersebut, harga sapi sangat rendah dan peternak menjual sapi mereka karena takut rugi. Tapi, mulai 2014, populasi sapi kembali menggeliat seiring larangan sapi impor. Namun saat ini, kondisi populasi tidak ada kenaikan signifikan,” kata Nur Syamsu.
Ia mengatakan, dari 12 kecamatan di Kulonprogo, ada lima kecamatan dengan populasi tertinggi, yakni Sentolo sebanyak 6.143 ekor, Lendah sebanyak 6.122 ekor, Pengasih sebanyak 5.977 ekor, Wates sebanyak 5.934 ekor, dan Panjatan sebanyak 5.678 ekor.
“Lima kecamatan tersebut merupakan sentra pengembangan sapi potong dan setiap tahun terus meningkat,” katanya.
Salah satu peternak di Kecamatan Sentolo, Sumingan, mengatakan harga sapi saat ini standar, tidak ada peningkatan. Harga sapi ukuran sedang berkisar Rp10 juga hingga Rp12 juta per ekor.
“Kami senang membesarkan sapi, setelah itu dijual. Kalau dipelihara sampai beranak, keuntungannya sedikit,” kata dia. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...