PT KAI Tanjung Karang Antisipasi Penyelundupan Narkoba

Ilustrasi - Foto: Dokumentasi CDN

BANDARLAMPUNG – PT Kereta Api Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang, mengantisipasi peredaran narkoba, dan mencegah pegawainya menjadi pengguna narkoba.

Hal itu dilakukan dengan sosialisasi keselamatan, dan tes urine bagi seluruh pegawai PT KAI. “Kami lakukan sosialisasi agar para pegawai tetap mengutamakan keselamatan, dan kesehatan para penumpang, karena selama ini ditengarai ada oknum pegawai kami yang menyalahgunakan narkoba,” ujar Manajer Humas Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang Sapto Hartoyo, di Bandarlampung, Minggu (26/8/2018).

Sosialisasi dilakukan untuk pencegahan dan penyalahgunaan narkoba, dalam rangka meningkatkan keselamatan, keamanan, kenyamanan pengoperasian kereta api. Dengan potensi pergerakan arus penumpang kereta api di Divre IV Tanjung Karang sebanyak 750.000 orang per tahun, serta tidak adanya pemeriksaan barang yang dibawa penumpang, tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang memanfaakan situasi tersebut untuk mendistribusikan narkoba.

“Sudah pernah terjadi penumpang kereta api dari Palembang, Sumatera Selatan ditangkap setelah turun di Stasiun Tanjung Karang dan didapati membawa dua kilogram sabu-sabu. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” tandasnya.

Sebelum sosialisasi dilakukan, peserta yang berjumlah 100 orang, terdiri dari awak operasional kereta api seperti masinis, kondektur, PPKA terlebih dahulu menjalani tes urine. Bagian operasional adalah tim yang dinilai paling vital dalam pelayanan kereta api. “Bersyukur semua yang diperiksa negatif, mengingat mereka adalah yang mengecek kesiapan rel, operasional, sinyal, dan berbagai sarana yang ada. Kalau mereka pakai narkoba, pasti ada human error yang bisa membahayakan penumpang kereta api,” ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Ahmad Alamsyah mengatakan, kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini sudah semakin mengkhawatirkan. Sudah banyak korban berjatuhan akibat ketergantungan narkoba, yang sebagian besar di antaranya adalah kalangan generasi muda.

“Kami lihat pegawai operasional di KAI sebagian besar adalah anak muda, jangan sampai generasi muda yang seharusnya menjadi tumpuan harapan bangsa, malah terjerumus ke dalam hal negatif seperti itu. Oleh karenanya, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba merupakan kewajiban semua pihak,” ujar Ahmad.

Ahmad mengharapkan, awak kereta api jangan mau dijadikan kurir walaupun dengan upah yang menggiurkan. Hal tersebut sangat mungkin terjadi, karena para awak kereta api, tidak mungkin diperiksa oleh petugas pengamanan saat naik turun di stasiun. (Ant)

Lihat juga...