Puspa Arumsari: Alhamdulillah Target Medali Emas Tercapai

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

194
Pesilat putri Indonesia, Puspa Arumsari ditemui usai pertandingan pencak silat Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin (27/8/2018). Foto : Sri Sugiarti

JAKARTA — Pesilat putri Indonesia, Puspa Arumsari sukses meraih medali emas untuk kategori tunggal putri pada Asian Games 2018 di Pedepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (27/8/2018).

Ia meraih poin tertinggi 467 mengalahkan atlet asal Singapura, Nurzuhairah Muhammad Yazid dengan 445 poin. Sebelumnya Puspa menargetkan poin 468. Tapi dengan  467 sudah merupakan kepuasan tersendiri bagi dia. Apalagi target utama adalah medali emas.

“Buat saya emas adalah harga mati. Saya wajib memberikan prestasi untuk pecak silat pada Asian Games 2018 ini. Alhamdulillah, medali emas ini, saya persembahkan untuk bangsa Indonesia, pelatih saya dan orangtua saya,” kata Puspa pada awak media usai pertandingan.

Puspa mengaku tidak ada kesulitan saat bertanding, karena menurutnya, kendala terberat adalah diri sendiri. Maka hatinya berpasrah hasil apapun kepada Allah SWT yang menggerakkan dirinya saat bertanding.

“Allah SWT yang menggerakkan saya, dan saya pasrah. Alhamdulillah dengan niat saya ingin memberikan prestasi bagi pencak silat Indonesia, saya raih medali emas ini,” ucapnya.

Kembali dia menegaskan, lawan berat dalam pertandingan ini yakni diri sendiri. Karena, hampir merata di seluruh dunia ada olahraga pencak silat dan mereka sangat mumpuni saat berlaga.

“Tapi kiblatnya adalah Indonesia. Pencak silat milik Indonesia, pencak silat adalah kita,” tegas Puspa.

Ia sendiri mengaku jatuh cinta pada pencak silat manakala diajak sang kakak yang sudah terlebih dahulu berlatih. Bahkan orangtuanya, kata dia, juga menyukai dan ikut berlatih.

Secara keseluruhan jelas dia, penampilan seni pencak silat tetap sama karena ini pertandingan kategori tunggal, semua sama gerakannya. Namun, kata dia, semua itu kembali lagi ke rasa bermain.

“Jadi, saya di tengah gelanggang itu dengan begitu banyak penonton. Saya cuma menginginkan tontonan yang terbaik untuk mereka,” ujarnya.

Persaudaraan Setia Hati Teratai, adalah perguruan pencak silat yang menggembleng Puspa hingga menorehkan prestasi di Asian Games 2018 dan ajang lainnya. Dia pernah mewakili tingkat DKI Jakarta menjadi juara. Pada Sea Games di Malaysia, Puspa meraih medali perunggu dikalahkan atlet asal Singapura, Nurzuhairah Muhammad Yazid.

Namun pada Asian Games 2018, Puspa mengalahkan Nurzahairah Muhammad Yadid. Medali emas pun sukses diraih Puspa dengan piin 467.

Dia bersyukur berkat pencak silat yang digelutinya bisa menikmati hidup dengan tanpa menyusahkan kedua orangtuanya dalam hal biaya sekolah. Prestasi yang dia raih bisa memberikan kehidupan yang luar biasa utamanya bisa membiayai sekolah hingga kuliah di jurusan Grafis Politeknik Negeri Jakarta.

“Alhamdulillah saya sudah bisa membiayai hidup sendiri tanpa membebani orangtua. Saya merasa berhutang budi pada pencak silat, dan saya membayarnya dengan prestasi medali emas ini,” ucapnya.

Puspa berharap agar pencak silat bisa diperlombakan pada olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Emas yang diraih Puspa ini merupakan medali emas pertama Indonesia dari cabang Pencak Silat Asian Games 2018 setelah sehari sebelumnya Amri Rusdana mempersembahkan perunggu.

Dengan tambahan tersebut, Indonesia kini sudah meraih 13 keping emas Asian Games 2018. Indonesia total punya 51 medali, ditambah dengan 13 perak dan 25 perunggu.

Lihat juga...

Isi komentar yuk