Putra Daerah Papua Diharapkan Kuasai Teknik Pertambangan Migas

965

MANOKWARI — Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menginginkan putra-putri asli daerah menguasai teknik pertambangan minyak dan gas bumi.

“Kita harus punya lebih banyak anak-anak asli Papua yang memiliki skill dibidang pertambangan Migas. Tidak hanya bekerja di wilayah Papua Barat, tapi juga harus bisa kerja di luar negeri,” katanya di Manokwari, Jumat (3/8/2018).

Ia merespon positif berdirinya Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM-TB). Dia berharap lembaga ini bisa melahirkan tenaga kerja terdidik dari kalangan putra-putri daerah.

Menurutnya, Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam (SDA) melimpah, namun belum didukung kesiapan SDM. Putra daerah harus siapkan agar mereka bisa bisa bersaing dengan daerah lain.

“Anak-anak kita harus lebih diperdayakan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan Migas. Lewat Pusat Pelatihan Teknis Industri dan Migas dapat menyiapkan tenaga-tenaga handal, sehingga tidak perlu lagi mendatangkan dari luar,” ujarnya.

Ia mengemukakan pusat pelatihan ini dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan dioperasikan oleh PT Petrotekno, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pelatihan tenaga kerja industri minyak dan gas bumi bertaraf internasional.

“Peserta yang dididik di situ akan memperoleh sertifikat berstandar internasional. Kelak mereka bisa bekerja di negara manapun,” ujarnya.

P2TIM-TB ini dibangun di atas lahan seluas 9.300 meter persegi di Distrik Bintuni Timur. Beberapa fasilitas yang ada di P2TIM-TB, yaitu kantor dan administrasi, tiga ruang kelas, gedung pelatihan praktik confined space, tangki, dan ringging shelter.

“Pusat pelatihan ini bekerja sama dengan PT Petrotekno yang mengeluarkan sertifikat diakui internasional. Lulusan dari pusat pelatihan ini bisa kerja di Amerika Serikat dan negara-negara lain,” jelasnya.

Di Papua Barat sedang dibangun Train 3 Tangguh LNG, serta Gentting Oil, perusahan migas di Sorong, serta pabrik semen di Manokwari. Lulusan pusat pelatihan di Bintuni dapat terserap di sejumlah perusahaan ini.

“Selama ini pemerintah lalai tidak menyiapkan pusat pelatihan, padahal banyak potensi sumber daya alam. Sekarang pusat pelatihan tenaga kerja sudah ada, kita akan dorong supaya perusahaan memanfaatkan tenaga-tenaga lokal yang siap bekerja,” katanya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.