Ratusan Penonton Terpaksa Saksikan Final Pencak Silat Lewat Videotroon

Editor: Koko Triarko

1.756
JAKARTA – Ratusan penonton memenuhi pendopo Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu  (29/8/2018). Mereka sangat antusias menonton laga seni pencak silat yang ditampilkan lewat Videotroon, yang disediakan pihak panitia Pencak Silat Final Asian Games 2018.
Mereka adalah para penonton yang tidak kebagian tiket untuk menyaksikan langsung laga atlet pencak silat Indonesia yang dibanggakannya. Di dalam area Padepokan Pencak Silat TMII juga sudah terpadati penonton fanatik cabang olah raga tradisi budaya Indonesia ini.
“Saya datang pukul 07.00 pagi, tapi tiket sudah habis. Ya, kecewa tidak bisa nonton langsung  di dalam,” kata Tono, kepada Cendana News, ditemui di pendopo Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018).
Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto berfoto dengan Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti peraih medali emas nomor ganda putri pencak silat final Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018). -Foto: Sri Sugiarti.
Warga Tangerang ini mengaku sengaja bolos kerja untuk menyaksikan final pencak silat Asian Games 2018. Dia datang bersama keluarganya, bahkan putranya bernama Ridwan, yang duduk di kelas 1 SMP juga izin tidak sekolah, karena ingin melihat atlet pencak silat kebanggaannya, yaitu Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti.
Meskipun kecewa, Tono bersyukur bisa menyaksikan laga Ayu dan Ni Made lewat Videotroon. “Alhamdulillah, Ayu dan Ni Made meraih medali emas dengan poin 574 ngalahin Malaysia dan Vietnam. Semoga hari ini semua medali emas disapu bersih atlet pencak silat Indonesia, kemarin Yola Primadona Jampil juga menang,” ujar Tono.
Fitriana, siswi kelas 1 SMAN Tangerang Selatan (Tangsel), juga mengaku kecewa tidak kebagian tiket, sehingga dirinya harus nonton lewat Videotroon. Padahal, dirinya mengaku sengaja izin dari sekolah untuk nonton atlet pencak silat kebanggaannya, Sugianto, berlaga di ganda tunggal final Asian Games 2018.
“Pukul 08.30 WIB, saya sudah datang, tapi tiket sudah habis, yang antre masih banyak. Alhamdulillah, ada vidoetroon, jadi bisa lihat Sugianto, dan menang,” ujar Fitriana, kepada Cendana News.
Senada dengan Fitriana, Santi Rahmi juga mengaku kecewa tidak bisa nonton langsung di dalam. Padahal, dirinya sudah datang ke Padepokan Pencak Silat TMII, sejak pukul 06.30 WIB. Tapi, di loket karcis sudah banyak yang mengantre, sehingga dirinya tidak kebagian tiket.
Warga Cileungsi ini sangat ingin sekali melihat Ni Made Dwiyanti berlaga di final Asian Games 2018. Namun, Santi mengaku rasa kecewa itu terbayarkan, karena atlet kebanggaannya bisa meraih medali emas.
“Alhamdulillah Ni Made menang, bagus banget aksi dia,” ujarnya.
Hingga kini, ratusan penonton masih belum beranjak dari pendopo tersebut malah terus bertambah. Gelora semangat Indonesia Juara diteriakkan oleh para penonton.
Bahkan, saat Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti dikalungkan medali emas oleh Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, sontak teriakan Indonesia Jaya, Indonesia Juara bergelora di pendopo ini.
“Indonesia Juara, keren Pak Prabowo,” kata Argo, salah satu penonton dengan semangat mengepalkan tangannya.
Hingga kini, cabang olah raga pencak silat telah menyumbangkan 10 medali emas. Diharapkan, hingga sore nanti akan menyapu bersih medali emas.
Lihat juga...

Isi komentar yuk